Sampai ujung Rambut
Sore hari, waktunya anak - anak mulai dijemput..."Khenzo, dijemput eyang," aku memberitahu Khenzo.
Segera Khenzo membereskan mainannya. Dan mengambil sandal di rak.
Tak lama berselang,....
"Kakak Fino, mama sudah jemput lho," aku kembali memberitahu. Kali ini pada Fino.
Secepat kilat, Fino melesat ke belakang. Mengambil sepatunya.
"Khen, sebentar ya. Keluarnya nunggu Kakak Fino dulu," kataku pada Khenzo, seraya memberikan tasnya.
Khenzo menerima tas beroda miliknya dan menarik mendekati pintu keluar sekolah. Tapiiiiii.....
"Aduuuuhh," aku menjerit. Salah satu roda tas Khenzo telah melindas ujung jari tengah kakiku. Ada luka kecil disana.
"Kenapa Yayuk?" Fino yang telah selesai memakai sepatu, datang menghampiriku.
Daaaaannn...
"Aduuuh," kembali aku menjerit tertahan. Kali ini, Fino menginjak ujung jari kelingking kakiku. Dengan menggunakan sepatu kerennya. 😆.
Lengkap sudah rasa sakit yang kurasakan. 😁. Nginjeknya memang diujung - ujung jari, sih. Tapi sakitnya sampai ujung - ujung rambut. 😃.
(Posting : fb)
"Kakak Fino, mama sudah jemput lho," aku kembali memberitahu. Kali ini pada Fino.
Secepat kilat, Fino melesat ke belakang. Mengambil sepatunya.
"Khen, sebentar ya. Keluarnya nunggu Kakak Fino dulu," kataku pada Khenzo, seraya memberikan tasnya.
Khenzo menerima tas beroda miliknya dan menarik mendekati pintu keluar sekolah. Tapiiiiii.....
"Aduuuuhh," aku menjerit. Salah satu roda tas Khenzo telah melindas ujung jari tengah kakiku. Ada luka kecil disana.
"Kenapa Yayuk?" Fino yang telah selesai memakai sepatu, datang menghampiriku.
Daaaaannn...
"Aduuuh," kembali aku menjerit tertahan. Kali ini, Fino menginjak ujung jari kelingking kakiku. Dengan menggunakan sepatu kerennya. 😆.
Lengkap sudah rasa sakit yang kurasakan. 😁. Nginjeknya memang diujung - ujung jari, sih. Tapi sakitnya sampai ujung - ujung rambut. 😃.
(Posting : fb)
Komentar