Salah Semua
Siang hari, sebelum tidur, anak - anak dibiasakan untuk melihat - lihat isi buku atau dibacakan cerita. Begitu juga siang ini.
Nathan sudah mengambil sendiri buku pilihannya di rak. Sebuah buku tentang hewan - hewan buas.
Atma tak ketinggalan. Kali ini dia memilih buku tentang alat - alat transportasi.
Semua berjalan biasa saja. Tak ada gejolak.
. Semua asyik dengan buku cerita masing - masing. Hingga...
"Ini kepiting!" Terdengar suara Nathan dalam nada tinggi.
Tampak Atma disebelahnya. Ikut melihat isi buku milik Nathan.
"Bukan! Ini udang!" Atma tak kalah keunceng menjawab, dengan menggunakan bahasa Jermannya.
Dan perang mulut pun terjadi. Masing - masing keukeh dengan pendapatnya sendiri. Tak cukup sampai disini. Tiba - tiba tangan Nathan 'mendarat' dengan mulus di pipi Atma.
.
Tentu saja ibu guru segera bertindak untuk menengahi. Mencari tahu apa yang menjadi. Dan tahukah gambar apa yang menjadi sumber pertengkaran?
Bukan kepiting atau udang. Tapi gurita!
.
Nathan sudah mengambil sendiri buku pilihannya di rak. Sebuah buku tentang hewan - hewan buas.
Atma tak ketinggalan. Kali ini dia memilih buku tentang alat - alat transportasi.
Semua berjalan biasa saja. Tak ada gejolak.
"Ini kepiting!" Terdengar suara Nathan dalam nada tinggi.
Tampak Atma disebelahnya. Ikut melihat isi buku milik Nathan.
"Bukan! Ini udang!" Atma tak kalah keunceng menjawab, dengan menggunakan bahasa Jermannya.
Dan perang mulut pun terjadi. Masing - masing keukeh dengan pendapatnya sendiri. Tak cukup sampai disini. Tiba - tiba tangan Nathan 'mendarat' dengan mulus di pipi Atma.
Tentu saja ibu guru segera bertindak untuk menengahi. Mencari tahu apa yang menjadi. Dan tahukah gambar apa yang menjadi sumber pertengkaran?
Bukan kepiting atau udang. Tapi gurita!
(Posting : fb)
Komentar