Nakal

Setiap kali menerima calon wali murid baru dan mereka berkeluh kesah tentang anaknya yang 'nakal', maka aku selalu bertanya, "Nakalnya seperti apa?"

Karena setiap orang tua, punya 'definisi' masing - masing tentang kata 'nakal'.

Ada yang mengatakan anaknya 'nakal' karena tidak bisa diam. Bergerak terus. Berlarian kesana kemari.

Ada lagi yang bilang anaknya 'nakal' karena tangannya suka usil. Mencubit atau memukul orang lain.

Juga ada orang tua yang memaknai kata 'nakal' pada anaknya, karena suka menggigit teman.

Dan masih banyak lagi pengertian kata 'nakal' yang kuterima. 😊.

Di sekolah, ibu guru tidak pernah 'me-label-i' anak dengan kata 'nakal'. Bagi ibu guru, anak - anak adalah 'unik' dengan kelebihan dan kekurangannya.

Informasi tentang 'kenakalan' si anak, menjadi perhatian khusus bagi ibu guru untuk memberikan pengawasan yang lebih pada anak.

Misalnya yang terjadi pada Khenzo.

Orang tuanya memberitahu ibu guru bahwa Khenzo nakal karena tangannya suka usil. Memukul atau merebut mainan teman.

Saat disekolah, ibu guru akan memberikan pengawasan yang lebih ketika Khenzo bermain dengan teman. Bila terlihat dia merebut atau memukul teman, ibu guru akan langsung mengingatkan.

Bahwa dipukul itu sakit. Bahwa temannya sedih dan menangis. Juga bagaimana cara meminta maaf atas apa yang telah dilakukannya.

Pengawasan dan diingatkan terus menerus membuat Khenzo tahu, bahwa memukul akan menyakiti temannya dan itu membuat temannya tidak senang.

Dan sekarang, setelah berjalan 1 bulan, mulai terlihat hasilnya. Alhamdulillah Khenzo sudah dapat 'menahan' tangannya sehingga sudah sangat jarang (pake banget. 😊) memukul teman. Semoga yang jarang ini akan terus berkurang hingga tidak lagi memukul teman.

Kunci yang dipegang ibu guru adalah pengawasan dan diingatkan segera setelah kejadian. Tidak ditunda - tunda. 😊.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer