Menghargai Proses

Beberapa kali, aku bertemu dengan orang tua yang 'enggan' menemani anak - anaknya melewati sebuah proses belajar. Mereka menginginkan hasil yang instan. Cepat. Tanpa harus menunggu lama.

Begini misalnya....

Ketika salah satu orang tua menginginkan sang anak bisa memakai sepatu sendiri, maka mereka menginginkan si anak langsung bisa memakainya di kaki yang tepat.

Sepatu sebelah kanan untuk kaki kanan. Begitu juga yang kiri. Ketika sang anak terbalik memakainya, mereka sibuk sekali membenarkan. Sementara sang anak meronta. Tidak mau melepaskan sepatu yang sudah dengan susah payah dikenakannya.

Untuk yang seperti ini, yang dilakukan ibu guru adalah...

"Sudah pintar bisa pakai sepatu sendiri. Tapi itu terbalik. Lain kali, kita belajar pakai sepatu yang benar, ya."

Ibu guru membiasakan diri untuk menghargai apapun hasil yang dicapai oleh anak setelah mereka berusaha. Karena mengakui kemampuan anak, akan memberikan rasa percaya diri.

Melalui proses belajar, anak jadi tahu bagaimana bisa berdiri kembali setelah terjatuh. Mereka belajar menghargai sebuah keberhasilan setelah mengalami kegagalan. Tahu bagaimana sebuah usaha harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Ada banyak hal yang akan didapat ketika anak diijinkan untuk melewati sebuah proses belajar. Pastinya membutuhkan waktu. Tapi bukankah hasilnya akan sepadan? Anak jadi lebih mandiri, percaya diri. ☺.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer