Mas atau Mbak
Ketika tidur siang, ibu gyru akan memisahkan kasur anak putri dan putra.
Masing - masing akan tidur dengan kelompoknya. Begitu juga hari ini.
"Aku mau tidur disini!" Rajuk Khalisa sambil menunjuk kasur berwarna hijau.
"Khalisa, ini kasur buat mas - mas," ibu guru menunjuk kasur warna hijau. "Kasur mbak - mbak yang sebelah sini," kata ibu guru lagi. Sambil menunjuk kasur biru.
Istilah 'mas - mas' dan 'mbak - mbak' digunakan ibu guru untuk menamai jenis kelamin laki - laki dan perempuan.
"Gak mau! Aku maunya dikasur ini," Khalisa mulai membuat 'keributan'.
"Sekarang ibu tanya. Khalisa tuh, mbak - mbak atau mas - mas?" Ibu guru mencoba membujuk.
"Mas - mas," jawab Khalisa yakin.
Ha?
.
"Aku mau tidur disini!" Rajuk Khalisa sambil menunjuk kasur berwarna hijau.
"Khalisa, ini kasur buat mas - mas," ibu guru menunjuk kasur warna hijau. "Kasur mbak - mbak yang sebelah sini," kata ibu guru lagi. Sambil menunjuk kasur biru.
Istilah 'mas - mas' dan 'mbak - mbak' digunakan ibu guru untuk menamai jenis kelamin laki - laki dan perempuan.
"Gak mau! Aku maunya dikasur ini," Khalisa mulai membuat 'keributan'.
"Sekarang ibu tanya. Khalisa tuh, mbak - mbak atau mas - mas?" Ibu guru mencoba membujuk.
"Mas - mas," jawab Khalisa yakin.
Ha?
(Posting : fb)
Komentar