Buka Mulut
Waktunya makan siang....
Beberapa anak, mengalami 'masalah' saat makan. Seperti Raditya.
Tak terhitung berapa sering ibu guru mengingatkan.
"Makannya pelan - pelan saja. Dikunyah dulu. Baru ditelan."
Begitu nasehat yang sering terdengar saat makan siang.
Tapi tetap saja terjadi, Raditya makan dengan terburu - buru hingga tersedak atau sampai muntah. Hal ini terjadi, lantaran dia ingin segera bermain dengan teman lainnya. Yang sudah selesai makan terlebih dulu.
Dan siang ini, saat aku duduk satu meja dengannya...
"Raditya, habiskan dulu yang dimulut. Kalau sudah kosong, baru diisi lagi," begitu aku berpesan saat dia mulai makan.
Satu dua kali suapan, Raditya mengikuti saranku. Namun ketika teman lain ada yang sudah selesai, Raditya kembali makan tergesa - gesa.
"Radit, habiskan dulu yang dimulut," aku segera mengingatkan sambil menahan tangan kanannya. Yang sudah siap menyuapkan nasi.
"Buka mulutnya dulu. Ibu mau lihat."
Raditya membuka mulutnya dan aku melihat masih ada sebagian makanan yang belum ditelannya.
"Telan dulu, ya," saranku.
Dan Raditya kembali mengunyah, menelan. Kemudian membuka mulut lagi. Menunjukkan padaku bila mulutnya sudah kosong. Dan kembali menyuapkan makanan.
Begitu terus yang dilakukannya. Bahkan saat aku beranjak dari mejanya karena membantu anak lainnya. Raditya tetap membuka mulut lebar - lebar untuk menunjukkan mulutnya yang kosong. Entah pada siapa. 😂.
Beberapa anak, mengalami 'masalah' saat makan. Seperti Raditya.
Tak terhitung berapa sering ibu guru mengingatkan.
"Makannya pelan - pelan saja. Dikunyah dulu. Baru ditelan."
Begitu nasehat yang sering terdengar saat makan siang.
Tapi tetap saja terjadi, Raditya makan dengan terburu - buru hingga tersedak atau sampai muntah. Hal ini terjadi, lantaran dia ingin segera bermain dengan teman lainnya. Yang sudah selesai makan terlebih dulu.
Dan siang ini, saat aku duduk satu meja dengannya...
"Raditya, habiskan dulu yang dimulut. Kalau sudah kosong, baru diisi lagi," begitu aku berpesan saat dia mulai makan.
Satu dua kali suapan, Raditya mengikuti saranku. Namun ketika teman lain ada yang sudah selesai, Raditya kembali makan tergesa - gesa.
"Radit, habiskan dulu yang dimulut," aku segera mengingatkan sambil menahan tangan kanannya. Yang sudah siap menyuapkan nasi.
"Buka mulutnya dulu. Ibu mau lihat."
Raditya membuka mulutnya dan aku melihat masih ada sebagian makanan yang belum ditelannya.
"Telan dulu, ya," saranku.
Dan Raditya kembali mengunyah, menelan. Kemudian membuka mulut lagi. Menunjukkan padaku bila mulutnya sudah kosong. Dan kembali menyuapkan makanan.
Begitu terus yang dilakukannya. Bahkan saat aku beranjak dari mejanya karena membantu anak lainnya. Raditya tetap membuka mulut lebar - lebar untuk menunjukkan mulutnya yang kosong. Entah pada siapa. 😂.
(Posting : fb)
Komentar