Terkenal
Pagi hari.. Ketika anak - anak bermain bebas..
"Mbak Khalisa... Mbak Khalisa...," Nathan memanggil Khalisa pada Zahra.
Tentu saja Zahra hanya diam saja. Tetap asyik bermain dengan pasang bongkarnya.
"Mbak Khalisa, ini lho mainannya," Nathan masih tetap 'berjuang keras' menarik perhatian Zahra dengan terus memanggilnya Khalisa.
"Mbak Khalisa... Mbak Khalisa...," Nathan memanggil Khalisa pada Zahra.
Tentu saja Zahra hanya diam saja. Tetap asyik bermain dengan pasang bongkarnya.
"Mbak Khalisa, ini lho mainannya," Nathan masih tetap 'berjuang keras' menarik perhatian Zahra dengan terus memanggilnya Khalisa.
"Nathan, itu mbak Zahra bukan Khalisa," akhirnya ibu guru turun tangan. Memberitahukan pada Nathan.
"Ini siapa?" Ibu guru bertanya untuk mengulangi. Agar Nathan mengenali nama temannya.
"Zahra," jawab Nathan seraya tersenyum.
"Kalau yang ini siapa?" Ibu guru menunjuk pada Hasna.
"Kakak Hasna," jawab Nathan lagi.
"Kalau yang ini, tadi namanya siapa?" Ibu guru kembali menunjuk pada Zahra.
"Mbak Khalisa," jawab Nathan. Kenceng. Yakin. Dan salah.
Sepertinya Nathan hanya hafal pada nama. Tapi tidak orangnya. Maklumlah. Nama Khalisa bisa dipanggil ibu guru, puluhan kali di sekolah, dalam satu hari...
.
Itu yang membuat Khalisa jadi terkenal bingits di kalangan anak - anak dan wali murid.
.
"Ini siapa?" Ibu guru bertanya untuk mengulangi. Agar Nathan mengenali nama temannya.
"Zahra," jawab Nathan seraya tersenyum.
"Kalau yang ini siapa?" Ibu guru menunjuk pada Hasna.
"Kakak Hasna," jawab Nathan lagi.
"Kalau yang ini, tadi namanya siapa?" Ibu guru kembali menunjuk pada Zahra.
"Mbak Khalisa," jawab Nathan. Kenceng. Yakin. Dan salah.
Sepertinya Nathan hanya hafal pada nama. Tapi tidak orangnya. Maklumlah. Nama Khalisa bisa dipanggil ibu guru, puluhan kali di sekolah, dalam satu hari...
Itu yang membuat Khalisa jadi terkenal bingits di kalangan anak - anak dan wali murid.
(Posting : fb)
Komentar