Kurang Nendang

Jadi begini, saat kami - aku, mbak, adek besar - makan sesuatu dan merasa ada rasa yang gak pas, maka kami akan berkata, "Kurang nendang, nih." Dan kemudian salah satu dari kami akan mengambil posisi pura - pura siap menendang.

Lagi - lagi.... aku membawa kebiasaan ini ke sekolah. Saat bercanda dengan ibu guru. Dan selama ini, itu 'tidak masalah'.

Hingga beberapa waktu lalu....

Tengah menemani anak - anak menikmati snack di siang hari, salah satu ibu guru berkata, "Lumpianya agak kurang nendang, nih."

Aku dan ibu guru lainnya saling pandang untuk kemudian tersenyum. Dengan sigap aku mengambil sikap seolah - olah akan menendang.

Tapi apa yang terjadi?

"Bu Yayuk kok nendang - nendang? Yang ditendang tuh bola. Bukan temennya," Khalisa berkata dengan nada, irama, gaya bicara yang miriiiiip banget yang biasa aku ucapkan bila ada anak yang main tendang - tendangan. 😀.

Kena lagi, deh...

Tapi... tetap harus ada penjelasan,  yang lebih tepatnya disebut 'ngeles'... 😂.

Besok - besok kudu dipertimbangankan dengan matang sebelum membawa kebiasaan di rumah ke sekolah. Biar gak ada kejadian 'kena, deh' yang ketiga. .

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer