Gak Papa
Begini...
Bila ada anak - anak yang tidak sengaja menumpahkan mainan teman yang ada dikeranjang, ibu guru akan berkata, "Gak papa. Gak sengaja, khan? Bantuin bereskan kembali, ya."
.
Dan ini ceritanya...
Pagi hari, anak - anak mulai berdatangan. Seperti biasa, ibu guru akan mengeluarkan baju anak - anak yang akan dipakai di sore hari nanti.
Disusun dalam keranjang. Masing - masing pakaian disatukan. Dari pakaian dalam, pakaian luar, jaket, juga kerudung bagi anak perempuan. Ini salah satu cara untuk meminimalisir baju anak - anak jadi tertukar.
Saat aku tengah mengeluarkan pakaian Raditya, tiba - tiba Hasna datang. Sehingga akau meninggalkan tas Raditya di dekat rak mainan. Dan menyambut Hasna.
Usai urusan dengan Hasna aku bermaksud meletakkan tas Raditya di rak tas. Dengan satu kali gerakan, aku mengangkat tas tersebut.
Tapi apa yang terjadi?
Tas itu menyangkut di keranjang mainan dan menumpahkan seluruh isinya. Memenuhi lantai.
Seketika semua yang menyaksikan terdiam. Sepersekian detik senyap. Seakan waktu terhenti. Hingga sebuah suara terdengar...
"Gak papa. Diberesin lagi, ya."
Itu suara Atma!!
Aku tak menjawab. Tapi sebuah senyum lebar terlukis di wajahku. Sebagai ganti tawa tertahan.
.
Bila ada anak - anak yang tidak sengaja menumpahkan mainan teman yang ada dikeranjang, ibu guru akan berkata, "Gak papa. Gak sengaja, khan? Bantuin bereskan kembali, ya."
Dan ini ceritanya...
Pagi hari, anak - anak mulai berdatangan. Seperti biasa, ibu guru akan mengeluarkan baju anak - anak yang akan dipakai di sore hari nanti.
Disusun dalam keranjang. Masing - masing pakaian disatukan. Dari pakaian dalam, pakaian luar, jaket, juga kerudung bagi anak perempuan. Ini salah satu cara untuk meminimalisir baju anak - anak jadi tertukar.
Saat aku tengah mengeluarkan pakaian Raditya, tiba - tiba Hasna datang. Sehingga akau meninggalkan tas Raditya di dekat rak mainan. Dan menyambut Hasna.
Usai urusan dengan Hasna aku bermaksud meletakkan tas Raditya di rak tas. Dengan satu kali gerakan, aku mengangkat tas tersebut.
Tapi apa yang terjadi?
Tas itu menyangkut di keranjang mainan dan menumpahkan seluruh isinya. Memenuhi lantai.
Seketika semua yang menyaksikan terdiam. Sepersekian detik senyap. Seakan waktu terhenti. Hingga sebuah suara terdengar...
"Gak papa. Diberesin lagi, ya."
Itu suara Atma!!
Aku tak menjawab. Tapi sebuah senyum lebar terlukis di wajahku. Sebagai ganti tawa tertahan.
(Posting : fb)
Komentar