Drama
Bila ada pemilihan 'ratu drama' di sekolah, maka secara aklamasi ibu guru akan memilih Zahra sebagai pemenangnya.
.
Bagaimana tidak? Setiap hari, drama satu babak ditampilkannya di sekolah.
Pagi hari, ketika datang diantar sang ibu, Zahra selalu terlihat ceria. Tak ada tanda kesedihan atau apapun. Tapi saat sudah sampai di halaman dan diminta untuk turun dari kendaraan, maka drama pun dimulai...
"Ibu disini saja. Ibu jangan pergi. Adek mau sama ibu." Begitu ratapannya setiap hari. Dengan diiringi tangis histeris.
Karena setiap hari, maka sang ibu pun sudah hafal dengan adegan dan dialog ini. Sehingga dengan 'keihklasan' meminta ibu guru untuk mengambil Zahra dari kendaraan.
Tangis Zahra akan semakin menjadi - jadi. Dalam gendongan ibu guru, dia akan meronta - ronta seraya berkata, "Dadah ibu di jendela. Dadah dulu."
Dan Zahra akan berlari ke arah jendela. Kemudian disinilah klimaks adegan drama satu babak ini...
Sambil mengulurkan tangan dari jendela, dia akan menggapai - gapai tangan sang ibu yang berada di luar pagar.
(Bayangkanlah adegan sinetron saat seorang anak diambil secara paksa oleh orang lain)
.
Tak lupa dibumbui dialog yang 'menyayat hati'.....
"Ibu gak boleh pergi. Ibu jangan tinggalin adek. Ibuuuuu."
Dan si ibu berlalu dengan senyum manisnya. Sementara Zahra dibawa ke halaman belakang.
Sekitar 5 menit kemudian..
Zahra sudah asyik bermain dengan teman lainnya. Dengan keriangan khas anak - anak seusianya. Begitu terus. Berulang setiap hari.
.
Dan ketika dijemput di sore hari, dia akan berkata dengan lantang, "Tadi adek gak nangis."
.
Bagaimana tidak? Setiap hari, drama satu babak ditampilkannya di sekolah.
Pagi hari, ketika datang diantar sang ibu, Zahra selalu terlihat ceria. Tak ada tanda kesedihan atau apapun. Tapi saat sudah sampai di halaman dan diminta untuk turun dari kendaraan, maka drama pun dimulai...
"Ibu disini saja. Ibu jangan pergi. Adek mau sama ibu." Begitu ratapannya setiap hari. Dengan diiringi tangis histeris.
Karena setiap hari, maka sang ibu pun sudah hafal dengan adegan dan dialog ini. Sehingga dengan 'keihklasan' meminta ibu guru untuk mengambil Zahra dari kendaraan.
Tangis Zahra akan semakin menjadi - jadi. Dalam gendongan ibu guru, dia akan meronta - ronta seraya berkata, "Dadah ibu di jendela. Dadah dulu."
Dan Zahra akan berlari ke arah jendela. Kemudian disinilah klimaks adegan drama satu babak ini...
Sambil mengulurkan tangan dari jendela, dia akan menggapai - gapai tangan sang ibu yang berada di luar pagar.
(Bayangkanlah adegan sinetron saat seorang anak diambil secara paksa oleh orang lain)
Tak lupa dibumbui dialog yang 'menyayat hati'.....
"Ibu gak boleh pergi. Ibu jangan tinggalin adek. Ibuuuuu."
Dan si ibu berlalu dengan senyum manisnya. Sementara Zahra dibawa ke halaman belakang.
Sekitar 5 menit kemudian..
Zahra sudah asyik bermain dengan teman lainnya. Dengan keriangan khas anak - anak seusianya. Begitu terus. Berulang setiap hari.
Dan ketika dijemput di sore hari, dia akan berkata dengan lantang, "Tadi adek gak nangis."
(Posting : fb)
Komentar