Berisik

Siang hari... Waktunya makan siang..
"Bu Yayuk, ini lho Nathan. Nasinya disimpan dimulut," begitu lapor salah satu ibu guru padaku.
Mengapa lapornya sama Bu Yayuk? Khan Nathan, 'anak' bungsunya Bu Yayuk. 😊. Jadi, 'ibu'nya harus tanggung jawab.
"Ok. Nathan pindah ke sini. Sama ibu," aku menunjuk meja dimana aku duduk bersama anak - anak gede.
Nathan memiliki kebiasaan yang bikin 'senewen'. Makanannya tidak dikunyah dan ditelan. Tapi disimpan saja di mulutnya. Hingga pipinya menggembung. Penuh dengan makanan.
Maka, mulailah Nathan makan denganku. Tidak biasa. Karena seperti inilah yang terjadi...
"Ok, Nath. Makannya dikunyah dan ditelan, ya," aku berkata seraya menyiapkan nasi di sendok untuk disuapkan sendiri oleh Nathan.
Saat Nathan sudah mulai makan, aku menyemangati selayaknya para pemandu sorak di pinggir lapangan.
"Ayo! Nathan. Dikunyah! Ditelan. Ayo.. Ayo... Bisa."
Begitu sepanjang sekira 10 menit. Setiap dia menghabiskan satu suapan tanpa disimpan dimulut, aku memberikan tepuk tangan dan pujian. Hingga akhirnya Nathan menyelesaikan makannya. Tanpa disimpan di mulut. 😀.
Tiba - tiba salah satu ibu guru berkomentar, "Nathan makannya habis karena pusing. Bu Yayuk berisik banget."
Aku tergelak mendengarnya.
Mungkin juga Nathan bertanya dalam hati, 'Kok bisa aku punya guru seberisik ini?' 😜
"Bu Yayuk, ini lho Nathan. Nasinya disimpan dimulut," begitu lapor salah satu ibu guru padaku.
Mengapa lapornya sama Bu Yayuk? Khan Nathan, 'anak' bungsunya Bu Yayuk. 😊. Jadi, 'ibu'nya harus tanggung jawab.
"Ok. Nathan pindah ke sini. Sama ibu," aku menunjuk meja dimana aku duduk bersama anak - anak gede.
Nathan memiliki kebiasaan yang bikin 'senewen'. Makanannya tidak dikunyah dan ditelan. Tapi disimpan saja di mulutnya. Hingga pipinya menggembung. Penuh dengan makanan.
Maka, mulailah Nathan makan denganku. Tidak biasa. Karena seperti inilah yang terjadi...
"Ok, Nath. Makannya dikunyah dan ditelan, ya," aku berkata seraya menyiapkan nasi di sendok untuk disuapkan sendiri oleh Nathan.
Saat Nathan sudah mulai makan, aku menyemangati selayaknya para pemandu sorak di pinggir lapangan.
"Ayo! Nathan. Dikunyah! Ditelan. Ayo.. Ayo... Bisa."
Begitu sepanjang sekira 10 menit. Setiap dia menghabiskan satu suapan tanpa disimpan dimulut, aku memberikan tepuk tangan dan pujian. Hingga akhirnya Nathan menyelesaikan makannya. Tanpa disimpan di mulut. 😀.
Tiba - tiba salah satu ibu guru berkomentar, "Nathan makannya habis karena pusing. Bu Yayuk berisik banget."
Aku tergelak mendengarnya.
Mungkin juga Nathan bertanya dalam hati, 'Kok bisa aku punya guru seberisik ini?' 😜
(Posting : fb)
Komentar