Alas Kaki
Ketika akan mulai belajar, anak - anak akan diminta untuk
memasukkan sepatu atau sandalnya ke dalam dan menyusunnya di rak yang
sudah disiapkan. Tak terkecuali alas kaki milik ibu guru.
Pagi ini, ketika waktunya memasukkan alas kaki, Khalisa tampak kerepotan. Di kedua tangannya ada sepasang sepatu dan sandal. Tapi dia masih akan membawa sepatu ibu guru juga.
"Khalisa, itu sandal dan sepatunya siapa?" Tanyaku pada Khalisa.
"Khalisa bawa sepatu dan sandal, Bu," salah satu ibu guru memberitahu.
O..o.. hari ini Khalisa sedang menjadi 'anak repot sedunia'.
"Khalisa bawa sepatu dan sandalnya saja dulu. Punya ibu guru ditinggal saja," aku memberi saran.
Khalisa mengikuti saranku dan segera beranjak meletakkan sepatu dan sandal di rak. Ketika kembali lagi ke depan, sepatu ibu guru sudah dibawa semua oleh teman yang lain. Apa yang terjadi?
Khalisa menangis. Ribut minta sepatunya ibu guru.
(Gimana, ya Nak. Ibu gurunya cuma 4 orang. Berarti
sepatunya juga 4 pasang. Dan itu setiap hari diperebutkan oleh sekitar
20 anak. Yang ingin membawakan sepatu ibu guru untuk disusun dirak.
. Masak ibu guru harus membawa sandal juga ke sekolah?
)
(Posting : fb)
Komentar