Teman
Aku dan Fino. Kami adalah teman yang 'acuh - acuh butuh' gitu, deh...
.
Di suatu pagi...
"Bu Yayuk, kakak Fino datang," lapor Khalisa tergesa - gesa saat aku tengah menyiapkan buah untuk makan siang nanti.
"Oya? Ok Khalisa. Terima kasih, ya sudah ngasih tahu," ujarku seraya masuk ke dalam.
Khalisa selalu begitu. Ketika Fino datang, pasti memberitahuku. Mungkin karena Fino temannya Bu Yayuk.
.
"Hai Fino. Kok datangnya telat?" Sambutku seraya melemparkan senyum termanis.
Tapi apa yang terjadi? Fino menatapku sekilas. Tanpa kata. Tatapan itu seakan berkata, 'trus kenapa kalau datang telat?'
.
Sore harinya....
Ketika teman lain sudah dijemput satu persatu.
"Yayuk, kakak dijemput mama," lapor Fino padaku yang sedang di kamar mandi.
"Oya? Dadah kakak Ino," sahutku.
Dan Fino pun berlalu menemui sang mama.
Tapi.... tak berapa lama kemudian...
"Yayuuuuk," sebuah panggilan datang dari balik jendela sekolah.
Tampak Fino sudah diatas kendaraan. Aku tahu maksudnya. Dia mau melambaikan tangan, tanda perpisahan.
Bergegas aku menghampiri jendela dan menyambut lambaian tangan Fino.
"Dadah Fino. Ketemu besok, ya?"
"Dadah Yayuk."
Dan Fino pun berlalu dengan meninggalkan seulas senyum manisnya untukku.
.
Di suatu pagi...
"Bu Yayuk, kakak Fino datang," lapor Khalisa tergesa - gesa saat aku tengah menyiapkan buah untuk makan siang nanti.
"Oya? Ok Khalisa. Terima kasih, ya sudah ngasih tahu," ujarku seraya masuk ke dalam.
Khalisa selalu begitu. Ketika Fino datang, pasti memberitahuku. Mungkin karena Fino temannya Bu Yayuk.
"Hai Fino. Kok datangnya telat?" Sambutku seraya melemparkan senyum termanis.
Tapi apa yang terjadi? Fino menatapku sekilas. Tanpa kata. Tatapan itu seakan berkata, 'trus kenapa kalau datang telat?'
Sore harinya....
Ketika teman lain sudah dijemput satu persatu.
"Yayuk, kakak dijemput mama," lapor Fino padaku yang sedang di kamar mandi.
"Oya? Dadah kakak Ino," sahutku.
Dan Fino pun berlalu menemui sang mama.
Tapi.... tak berapa lama kemudian...
"Yayuuuuk," sebuah panggilan datang dari balik jendela sekolah.
Tampak Fino sudah diatas kendaraan. Aku tahu maksudnya. Dia mau melambaikan tangan, tanda perpisahan.
Bergegas aku menghampiri jendela dan menyambut lambaian tangan Fino.
"Dadah Fino. Ketemu besok, ya?"
"Dadah Yayuk."
Dan Fino pun berlalu dengan meninggalkan seulas senyum manisnya untukku.
(Posting : fb)
Komentar