Santun
Namanya Gavin. Dia adalah salah satu mas ganteng yang dimiliki
Amalia. Lelaki kecil berambut lurus ini, sangat santun. Dia selalu
meminta ijin bila akan melakukan sesuatu.
Seperti...
"Mas Gavin boleh main?" Tanyanya suatu kali seusai makan siang.
Atau...
"Mas Gavin boleh minta kerupuk?"
Dan kesantunan lainnya.
Kebayangkan bagaimana kalau aku 'marah' padanya?
Disuatu siang, seusai makan siang. Gavin 'memotori' teman lainnya berlari kesana kemari.
Kuhampiri Gavin. Kepegang kedua tangannya.
"Mas Gavin, ibu boleh marah?" Tanyaku. Santun khan?
.
"Iya," jawab Gavin. Lha? Kok jadi aneh gini?
.
"Ok," jawabku. "Sandyaka Gavin Arsenio, maaf. Habis makan duduk dulu. Kalau lari - lari, bisa sakit perutnya," lanjutku.
"Iya."
Gavin pun beranjak. Mengambil mainan di rak dan bergabung dengan teman lainnya.
Sementara aku tersenyum sendiri. Cara 'marah' yang santun banget.
.
Seperti...
"Mas Gavin boleh main?" Tanyanya suatu kali seusai makan siang.
Atau...
"Mas Gavin boleh minta kerupuk?"
Dan kesantunan lainnya.
Kebayangkan bagaimana kalau aku 'marah' padanya?
Disuatu siang, seusai makan siang. Gavin 'memotori' teman lainnya berlari kesana kemari.
Kuhampiri Gavin. Kepegang kedua tangannya.
"Mas Gavin, ibu boleh marah?" Tanyaku. Santun khan?
"Iya," jawab Gavin. Lha? Kok jadi aneh gini?
"Ok," jawabku. "Sandyaka Gavin Arsenio, maaf. Habis makan duduk dulu. Kalau lari - lari, bisa sakit perutnya," lanjutku.
"Iya."
Gavin pun beranjak. Mengambil mainan di rak dan bergabung dengan teman lainnya.
Sementara aku tersenyum sendiri. Cara 'marah' yang santun banget.
(Posting : fb)
Komentar