Salah Panggil
Pagi hari....
"Tsaqib, bereskan mainannya. Kita ke kamar mandi dulu, ya," Ajakku pada Tsaqib.
Pagi hari sebelum belajar, anak - anak dibiasakan untuk BAK dulu. Agar nanti ketika asyik bermain, mereka tidak ngompol.
.
"Ayo Tsaqib. Sudah ditunggu ibu guru di kamar mandi," aku mengingatkan Tsaqib. Karena dia masih tetap asyik bermain dengan Tirta.
Tapi apa yang terjadi?
"Manggilnya salah, ya Qib. Harusnya khan Tsaqib. Bukan Sakit. Bu Yayuk salah," Tirta tampak berbisik - bisik pada Tsaqib. Begitu mungkin maksudnya. Tapi suaranya terlalu keras. Sehingga aku bisa ikut mendengar.
Walah.... Tirta ngrasani ibu guru..
.
"Tirta, tadi Bu Yayuk panggilnya Tsaqib lho. Bukan Sakit. Tirta salah denger, tuh," aku mengoreksi.
Tirta yang sepertinya tidak menyangka aku turut mendengarkan bisik - bisiknya, tampak tersipu.
Kayaknya Tirta gak tahu. Kalau Bu Yayuk punya pendengaran super sensitif.
.
"Tsaqib, bereskan mainannya. Kita ke kamar mandi dulu, ya," Ajakku pada Tsaqib.
Pagi hari sebelum belajar, anak - anak dibiasakan untuk BAK dulu. Agar nanti ketika asyik bermain, mereka tidak ngompol.
"Ayo Tsaqib. Sudah ditunggu ibu guru di kamar mandi," aku mengingatkan Tsaqib. Karena dia masih tetap asyik bermain dengan Tirta.
Tapi apa yang terjadi?
"Manggilnya salah, ya Qib. Harusnya khan Tsaqib. Bukan Sakit. Bu Yayuk salah," Tirta tampak berbisik - bisik pada Tsaqib. Begitu mungkin maksudnya. Tapi suaranya terlalu keras. Sehingga aku bisa ikut mendengar.
Walah.... Tirta ngrasani ibu guru..
"Tirta, tadi Bu Yayuk panggilnya Tsaqib lho. Bukan Sakit. Tirta salah denger, tuh," aku mengoreksi.
Tirta yang sepertinya tidak menyangka aku turut mendengarkan bisik - bisiknya, tampak tersipu.
Kayaknya Tirta gak tahu. Kalau Bu Yayuk punya pendengaran super sensitif.
(Posting : fb)
Komentar