Sakit Apa?
Beberapa hari tidak masuk karena sakit, pagi ini Nathan sudah kembali hadir di sekolah.
"Nathan sakit apa?" Tanyaku seraya memeluknya. Kangen. Lama tidak bertemu.
.
Nathan tidak menjawab. Tapi segera mengangkat sedikit celana yang dikenakan dan menunjuk ke lututnya.
"Sakit," jawabnya sambil membuat mimik meringis.
"Lututnya sakit?"
"Iya."
"Kata mama, Nathan demam," aku mencoba mengingatkan.
Tapi Nathan sudah keburu berlalu. Menemui teman - temannya.
"Demam karena lututnya sakit, Bu Yayuk," jawaban iseng ibu guru. Yang kasihan melihatku ditinggal Nathan begitu saja.
.
"Nathan sakit apa?" Tanyaku seraya memeluknya. Kangen. Lama tidak bertemu.
Nathan tidak menjawab. Tapi segera mengangkat sedikit celana yang dikenakan dan menunjuk ke lututnya.
"Sakit," jawabnya sambil membuat mimik meringis.
"Lututnya sakit?"
"Iya."
"Kata mama, Nathan demam," aku mencoba mengingatkan.
Tapi Nathan sudah keburu berlalu. Menemui teman - temannya.
"Demam karena lututnya sakit, Bu Yayuk," jawaban iseng ibu guru. Yang kasihan melihatku ditinggal Nathan begitu saja.
(Posting : fb)
Komentar