Punyaku
Aku dan Fino. ....
Sebagai sahabat, teman akrab kami banyak melewatkan waktu dengan tawa dan keriaan. Tapi tak jarang, kami juga 'meributkan' hal - hal yang..... penting. Pastinya.
Seperti ini misalnya...
"Dinda, bajuku baru," Fino berkata pada salah satu ibu guru, di suatu siang. Tangannya menunjuk salah satu kaos kuning bergambar spiderman yang ada di dalam keranjang pakaian.
Aku yang mendengar hal ini langsung mendekati Fino.
"Baju Fino yang ini," aku memberitahu sambil memegang kaos berlengan panjang warna putih. Karena tadi pagi, aku yang mengeluarkannya dari tas Fino.
"Bukan Yayuk. Ini baju kakak," jawab Fino yakin.
Maka, adegan selanjutnya adalah 'dialog' eyel - eyelan antara ibu guru dan muridnya..
.
Beruntung, sang pemilik asli kaos spiderman segera datang. Dan menyatakan dengan sungguh - sungguh bahwa kaos itu miliknya.
"Ini punyaku. Kaos baru. Dibelikan ayah," Raditya setengah berteriak mendekap erat kaos barunya. Terlihat sekali bila dia sangat khawatir bila bajunya diambil Fino.
Dan adegan ini ditutup dengan dialog yang....., sungguh diluar perkiraan..
"Yayuk, ini baju Raditya," Fino memberitahuku dengan nada datar. Wajah polos tanpa dosa.
Aku pun menjawab dengan nada yang sama. Tapi dengan wajah yang tidak polos..
..
"Yayuk sudah tahu Fino."

.
Sebagai sahabat, teman akrab kami banyak melewatkan waktu dengan tawa dan keriaan. Tapi tak jarang, kami juga 'meributkan' hal - hal yang..... penting. Pastinya.
Seperti ini misalnya...
"Dinda, bajuku baru," Fino berkata pada salah satu ibu guru, di suatu siang. Tangannya menunjuk salah satu kaos kuning bergambar spiderman yang ada di dalam keranjang pakaian.
Aku yang mendengar hal ini langsung mendekati Fino.
"Baju Fino yang ini," aku memberitahu sambil memegang kaos berlengan panjang warna putih. Karena tadi pagi, aku yang mengeluarkannya dari tas Fino.
"Bukan Yayuk. Ini baju kakak," jawab Fino yakin.
Maka, adegan selanjutnya adalah 'dialog' eyel - eyelan antara ibu guru dan muridnya..
Beruntung, sang pemilik asli kaos spiderman segera datang. Dan menyatakan dengan sungguh - sungguh bahwa kaos itu miliknya.
"Ini punyaku. Kaos baru. Dibelikan ayah," Raditya setengah berteriak mendekap erat kaos barunya. Terlihat sekali bila dia sangat khawatir bila bajunya diambil Fino.
Dan adegan ini ditutup dengan dialog yang....., sungguh diluar perkiraan..
"Yayuk, ini baju Raditya," Fino memberitahuku dengan nada datar. Wajah polos tanpa dosa.
Aku pun menjawab dengan nada yang sama. Tapi dengan wajah yang tidak polos..
"Yayuk sudah tahu Fino."
(Posting : fb)
Komentar