Pepaya
Pagi hari yang agak mendung....
Sambil menunggu teman lainnya datang, aku mengajak Nathan untuk menyiapkan buah. Seperti biasa, nanti menjelang makan siang, anak - anak akan diajak untuk makan buah terlebih dulu. Untuk siang ini, buah yang disiapkan adalah pepaya.
Tengah mengupas kulit pepaya, Nathan bertanya padaku, "Itu apa?"
"Ini buah pepaya. Nanti kita makannya sama temen - temen, ya," jawabku.
"Pepaya?"
"Iya. Ini buah pepaya. Kulitnya dikupas dulu, bijinya juga dibuang. Trus dipotong - potong, deh," aku menjelaskan sambil tetap mengupas pepaya.
Nathan tampak 'serius' mendengar penjelasanku. Dan tak lama kemudian terdengar dia melantunkan sebuah lagu..
Pepaya..
Pundak ..
Lutut kaki..
"Eh.. bukan pepaya, Than. Kepala," aku buru - buru meralatnya.
.
Sambil menunggu teman lainnya datang, aku mengajak Nathan untuk menyiapkan buah. Seperti biasa, nanti menjelang makan siang, anak - anak akan diajak untuk makan buah terlebih dulu. Untuk siang ini, buah yang disiapkan adalah pepaya.
Tengah mengupas kulit pepaya, Nathan bertanya padaku, "Itu apa?"
"Ini buah pepaya. Nanti kita makannya sama temen - temen, ya," jawabku.
"Pepaya?"
"Iya. Ini buah pepaya. Kulitnya dikupas dulu, bijinya juga dibuang. Trus dipotong - potong, deh," aku menjelaskan sambil tetap mengupas pepaya.
Nathan tampak 'serius' mendengar penjelasanku. Dan tak lama kemudian terdengar dia melantunkan sebuah lagu..
"Eh.. bukan pepaya, Than. Kepala," aku buru - buru meralatnya.
(Posting : fb)
Komentar