Muda Selalu
Beberapa hari ini Fino dijemput paling akhir. Saat teman - teman lainnya
sudah pulang. Juga ibu guru. Saat menunggu di jemput dia hanya ditemani ibu
guru piket saja.
Seperti juga sore ini. Jadilah.. bila biasanya ibu guru yang melambaikan tangan melepas kepulangan anak - anak, maka kali ini Fino yang melambaikan tangan melepas kepulangan ibu guru.
.
"Dadah Fino," aku melambaikan tangan dari balik pagar yang menghadap ke jendela sekolah.
"Dadah Yayuk. Sampe besok," Fino menjawab sambil juga melambaikan tangan.
"Assalamu'alaikum Fino."
"Wa alaikumsalam Yayuk."
Dan aku pun berlalu dengan sepeda motorku sambil tersenyum geli.
Percayalah. Bersama Fino, aku tidak pernah ingat bila usiaku sudah beberapa tahun melewati angka 40. Karena berasa muda terus. Khan Bu Yayuk dan Fino tuh, temen akrab.
.
Seperti juga sore ini. Jadilah.. bila biasanya ibu guru yang melambaikan tangan melepas kepulangan anak - anak, maka kali ini Fino yang melambaikan tangan melepas kepulangan ibu guru.
"Dadah Fino," aku melambaikan tangan dari balik pagar yang menghadap ke jendela sekolah.
"Dadah Yayuk. Sampe besok," Fino menjawab sambil juga melambaikan tangan.
"Assalamu'alaikum Fino."
"Wa alaikumsalam Yayuk."
Dan aku pun berlalu dengan sepeda motorku sambil tersenyum geli.
Percayalah. Bersama Fino, aku tidak pernah ingat bila usiaku sudah beberapa tahun melewati angka 40. Karena berasa muda terus. Khan Bu Yayuk dan Fino tuh, temen akrab.
(Posting : fb)
Komentar