Curhat

Salah satu tahapan penuh 'drama', 'hujan air mata' dan 'mengharu biru' adalah saat pertama kali anak baru ditinggal orang tua. Tidak lagi ditunggui.

Karena pada tahapan ini akan sangat menentukan apakah si anak akhirnya jadi bergabung di sekolah dan bermain bersama teman lainnya. Atau justru sebaliknya, tidak jadi sama sekali.

Ketika orang tua mendaftarkan si anak untuk masuk ke sekolah, aku sudah memberitahukan terlebih dulu tentang saat - saat ini.

Perlu kerja sama antara ibu guru dan orang tua, agar anak dapat nyaman di sekolah saat sudah waktunya ditinggal orang tua.

Perlu 'ketegaan' dari orang tua untuk mendengarkan tangisan sang anak, meronta - ronta, menjerit dan memohon untuk tidak ditinggal.

Juga 'keikhlasan' dari orang tua. 'Menyerahkan' sang anak pada ibu guru. Orang yang sebelumnya tidak dikenal. Untuk bermain dan bersama si anak, setidaknya selama 8 jam sehari.

Tanpa 'ketegaan' dan 'keikhlasan' ini, rasanya sulit nantinya untuk si anak bisa dapat nyaman berada di sekolah.

Yang terjadi justru sebaliknya. Si anak sangat rewel. Mau dibujuk seperti apa saja, tidak berhasil. Karena kuatnya ikatan bathin anak dan orang tua. Tanpa disadari, orang tua yang selalu 'kepikiran' anaknya, maka di sekolah si anak pun gelisah, tidak tenang dan sulit menemukan kenyamanan di lingkungan yang baru.

Itu sebabnya, ketika si anak akan mulai ditinggal, ibu guru akan menanyakan terlebih dahulu. Dengan cara bagaimana orang tua akan meninggalkan si anak. Apakah si anak harus di alihkan perhatiannya atau justru dibiarkan melihat sang ortu pergi.

Tujuannya, agar orang tua benar - benar siap dan yakin saat harus meninggalkan si anak. Agar orang tua 'mentrasnfer' kekuatan bathin pada si anak.

Ibu guru juga akan memastikan apakah orang tua sudah 'tega' meninggalkan si anak. Karena bila tidak atau belum tega, orang tua justru ikutan menangis.

Tak jarang, aku menyarankan pada orang tua, bila memang ingin menangis, menangislah tapi tidak di depan si anak. Agar si anak tidak semakin histeris.

Jadi... aku sangat paham dan mengerti, bila kemudian ada orang tua yang 'curhat' seperti ini. ☺

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer