Banyak Omong
Namanya Nathan. Usianya 2 tahun lebih sedikit. Melihatnya saat ini,
mengingatkanku pada Khalisa setahun lalu. Saat pertama kali bergabung di
Amalia.
Nathan juga sangat aktif. Gak bisa diam. Ditinggal sebentar, dia sudah menghilang dari pandangan. Gerakannya sangat cepat. Itu sebabnya, bermain dengan Nathan membuat cepet laper.
. #alesan
Walau paling kecil di sekolah, Nathan mainnya dengan anak - anak gede. Bicaranya yang sudah sangat lancar, membuat Nathan bisa nyambung kalau 'ngobrol' dengan kakak - kakaknya.
Sifat ingin tahunya juga besar. Termasuk ingin tahu apa yang dibicarakan ibu guru.
Seperti pagi ini saat ibu guru sedang membicarakan sesuatu, tiba - tiba Nathan datang menghampiriku dan bertanya,"Ada apa, bu?"
Welah...
.
Nathan juga suka menirukan gayaku.
Saat Hasna dan Khalisa bertengkar, aku berkata pada keduanya, "Kakak Hasna, mbak Khalisa, main bareng, ya. Yang akur."
Baru juga aku selesai bicara, Nathan sudah menyambung, "Mbak Khalisa, baik - baik ya."
Apa yang terjadi?
Khalisa justru marah pada Nathan. Gak berkenan di'nasehati' anak kecil.
.
Itu sebabnya ibu guru bisa bilang, "Nathan pas banget jadi 'anak'nya Bu Yayuk. Ngomongnya banyak."
Ha? Jadi selama ini aku banyak omong? Padahal aku ngomongnya kalau ada perlu saja. Cuma kebetulan, perlunya banyak.
.
Nathan juga sangat aktif. Gak bisa diam. Ditinggal sebentar, dia sudah menghilang dari pandangan. Gerakannya sangat cepat. Itu sebabnya, bermain dengan Nathan membuat cepet laper.
Walau paling kecil di sekolah, Nathan mainnya dengan anak - anak gede. Bicaranya yang sudah sangat lancar, membuat Nathan bisa nyambung kalau 'ngobrol' dengan kakak - kakaknya.
Sifat ingin tahunya juga besar. Termasuk ingin tahu apa yang dibicarakan ibu guru.
Seperti pagi ini saat ibu guru sedang membicarakan sesuatu, tiba - tiba Nathan datang menghampiriku dan bertanya,"Ada apa, bu?"
Welah...
Nathan juga suka menirukan gayaku.
Saat Hasna dan Khalisa bertengkar, aku berkata pada keduanya, "Kakak Hasna, mbak Khalisa, main bareng, ya. Yang akur."
Baru juga aku selesai bicara, Nathan sudah menyambung, "Mbak Khalisa, baik - baik ya."
Apa yang terjadi?
Khalisa justru marah pada Nathan. Gak berkenan di'nasehati' anak kecil.
Itu sebabnya ibu guru bisa bilang, "Nathan pas banget jadi 'anak'nya Bu Yayuk. Ngomongnya banyak."
Ha? Jadi selama ini aku banyak omong? Padahal aku ngomongnya kalau ada perlu saja. Cuma kebetulan, perlunya banyak.
(Posting : fb)
Komentar