Tidur Siang

Suatu hari...

Setelah melewati satu minggu masa adaptasi di sekolah, maka tibalah waktunya bagi salah satu anak baru untuk menjalani satu hari penuh bersama teman - teman dan ibu guru.

Menjalani aktivitas yang sama dengan yang lain. Bermain, belajar, toilet training, makan siang, tidur, mandi sore dan lain - lain.

Pagi hari, sang ibu sudah memberitahukan pada ibu guru bahwa sang putra selama ini tidak pernah tidur siang. Kalau pun akhirnya mau tidur siang, itu pakai 'keributan' terlebih dulu. Karena si anak lebih memilih untuk bermain ketimbang tidur siang.

Reaksi ibu guru menerima pemberitahuan ini? Cukup dengan tersenyum saja.😊.

Sore harinya, ketika dijemput, sang ibu terheran - heran mendapat laporan dari ibu guru. Sang putra baru saja bangun tidur dan tidurnya pun tidak memakai 'perlawanan'.

Kok bisa? Begitu pertanyaan beliau.

Sebenarnya, ibu guru hanya melakukan hal yang sederhana saja.

Di sekolah, anak - anak 'sengaja' dibuat capek. Diajak bermain, belajar. Bergerak ke sana ke mari. Berlari, melompat. Segala aktivitas yang membuat mereka terus bergerak.

Ketika siang hari, pastinya kelelahan pun menghampiri. Ditambah dengan kondisi yang dibuat senyaman mungkin untuk merebahkan badan.
Kasur yang terpasang, suasana senyap yang tercipta, alunan musik yang melenakan, maka tidak membutuhkan waktu lama, rasa kantuk datang menghampiri. Dan lelap pun menyertai.

Pilihan yang terbaik adalah melenakan diri dalam mimpi indah di siang hari. ☺.

Jadi... tidak perlu memaksa anak - anak untuk tidur siang, khan?

#edisikangenanakanak

(Posting :  fb)

Komentar

Postingan Populer