PIsau Cukur
Pagi hari ketika datang ke sekolah, ibu guru mendapati bibir atas Tsaqib
ada bekas luka baru. Ibu guru baru menyadari hal ini ketika sang bunda
berlalu.
"Tsaqib, kenapa bibirnya?" Tanya ibu guru.
"Tadi berdarah," jawab Tsaqib sambil lalu.
"Berdarah kenapa?"
"Gak pa pa."
Dan Tsaqib kembali asyik bermain.
Sore hari ketika dijemput sang bunda..
"Tsaqib mainan pisau cukur ayahnya, bu. Saya gak tahu. Tiba - tiba bibirnya sudah berdarah," sang bunda bercerita.
"Pisau cukurnya ditaruh begitu saja. Tsaqib penasaran. Katanya 'pakai pisau cukur, kayak ayah' ," lanjut sang bunda.
Hmmm .... Para ayah, pastikan pisau cukurnya diletakkan di tempat yang tidak terjangkau anak - anak, ya. Karena mereka suka sekali meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya.
"Tsaqib, kenapa bibirnya?" Tanya ibu guru.
"Tadi berdarah," jawab Tsaqib sambil lalu.
"Berdarah kenapa?"
"Gak pa pa."
Dan Tsaqib kembali asyik bermain.
Sore hari ketika dijemput sang bunda..
"Tsaqib mainan pisau cukur ayahnya, bu. Saya gak tahu. Tiba - tiba bibirnya sudah berdarah," sang bunda bercerita.
"Pisau cukurnya ditaruh begitu saja. Tsaqib penasaran. Katanya 'pakai pisau cukur, kayak ayah' ," lanjut sang bunda.
Hmmm .... Para ayah, pastikan pisau cukurnya diletakkan di tempat yang tidak terjangkau anak - anak, ya. Karena mereka suka sekali meniru kebiasaan orang dewasa di sekitarnya.
(Posting : fb)
Komentar