Peniru
Di suatu siang... Diwaktu makan siang...
"Ghazi," sebuah panggilan dari ibu guru terdengar. "Nasinya dikunyah dan ditelan. Gak disimpan di mulut," ibu guru mengingatkan.
Ghazi terlihat kaget. Dan segera mengunyah makanannya. Ini sering kali terjadi. Ghazi melamun saat makan. Sehingga waktu makan siangnya lebih lama dibandingkan teman lainnya. Makanan yang sudah ada di mulut tidak segera dikunyah dan ditelan. Tapi disimpan dimulut saat dia melamun.
"Ghazi, ayo gak melamun," aku ikutan mengingatkan. Karena Ghazi kembali diam. Tidak mengunyah.
Diingatkan lagi, Ghazi segera mengunyah makanannya. Seperti itu hingga beberapa kali. Sampai akhirnya...
"Ghazi, gak melamun. Ayo dikunyah," sebuah suara terdengar. Tapi bukan suara ibu guru.
Segera kualihkan pandangan pada sumber suara. Olala.. Khalisa tengah menirukan ibu guru. Mengingatkan Ghazi untuk mengunyah makanannya.
Bakalan ada 'ibu guru' baru, nih. Ibu guru Khalisa.
.
#edisikangenanakanak
"Ghazi," sebuah panggilan dari ibu guru terdengar. "Nasinya dikunyah dan ditelan. Gak disimpan di mulut," ibu guru mengingatkan.
Ghazi terlihat kaget. Dan segera mengunyah makanannya. Ini sering kali terjadi. Ghazi melamun saat makan. Sehingga waktu makan siangnya lebih lama dibandingkan teman lainnya. Makanan yang sudah ada di mulut tidak segera dikunyah dan ditelan. Tapi disimpan dimulut saat dia melamun.
"Ghazi, ayo gak melamun," aku ikutan mengingatkan. Karena Ghazi kembali diam. Tidak mengunyah.
Diingatkan lagi, Ghazi segera mengunyah makanannya. Seperti itu hingga beberapa kali. Sampai akhirnya...
"Ghazi, gak melamun. Ayo dikunyah," sebuah suara terdengar. Tapi bukan suara ibu guru.
Segera kualihkan pandangan pada sumber suara. Olala.. Khalisa tengah menirukan ibu guru. Mengingatkan Ghazi untuk mengunyah makanannya.
Bakalan ada 'ibu guru' baru, nih. Ibu guru Khalisa.
#edisikangenanakanak
(Posting : fb)
Komentar