Galak
Paling 'sedih', 'susah', ketika bertemu teman lama yang 'lamo tak besuo' atau teman baru, yang baru berjumpa.
Ketika mereka bertanya tentang kegiatanku sehari - hari. Ketika mereka tahu bila setiap hari kerjaanku bermain dan bersenang - senang dengan anak - anak.
Mereka selalu akan bilang, 'kamu pasti sabar banget. Main sama anak - anak khan harus telaten. Ketawa terus. Gak pernah marah. Bla.. bla.. bla..'
Sejujurnya, aku masih jauh banget dari semua yang dikira. Sabarku berada beberapa tingkat dibawah ibu guru lainnya. Juga telatenku, masih kalah jauh dibanding ibu guru. Yang ada, galakku berada di urutan paling atas.
.
Sebagai bukti kalau aku 'galak' dan 'ditakuti' anak - anak, adalah tak terhitungnya laporan yang kuterima dari wali murid.
Mereka dengan malu - malu bercerita bila telah menjadikan aku sebagai 'senjata' saat sang anak melakukan sesuatu yang dilarang atau tidak melakukan sesuatu yang disarankan.
Awalan kalimat 'maaf, ya Bu Yayuk. Saya pake bawa nama Bu Yayuk waktu anak saya gak mau makan'. Atau 'maaf, bu. Saya bilang sama anak saya, kalau masih mainan hape, ntar ditelponkan bu Yayuk'. Daaaann masih banyak lagi.
Sepertinya, itu cukup untuk membuktikan kalau Bu Yayuk memang galak dan di takuti sama anak - anak.
Bahkan, ibu pun menjadikan aku sebagai 'senjata' untuk 'mengancam' bapak. Ketika bapak masih saja beraktivitas saat seharusnya istirahat.
"Bapak sudah dulu berkebunnya. Ntar kalo ketahuan adek, bisa kena marah," suara 'ancaman' ibu kudengar saat aku baru saja pulang dari sekolah, minggu lalu.
Hadegh... lha kok ibu ikutan juga..
Ketika mereka bertanya tentang kegiatanku sehari - hari. Ketika mereka tahu bila setiap hari kerjaanku bermain dan bersenang - senang dengan anak - anak.
Mereka selalu akan bilang, 'kamu pasti sabar banget. Main sama anak - anak khan harus telaten. Ketawa terus. Gak pernah marah. Bla.. bla.. bla..'
Sejujurnya, aku masih jauh banget dari semua yang dikira. Sabarku berada beberapa tingkat dibawah ibu guru lainnya. Juga telatenku, masih kalah jauh dibanding ibu guru. Yang ada, galakku berada di urutan paling atas.
Sebagai bukti kalau aku 'galak' dan 'ditakuti' anak - anak, adalah tak terhitungnya laporan yang kuterima dari wali murid.
Mereka dengan malu - malu bercerita bila telah menjadikan aku sebagai 'senjata' saat sang anak melakukan sesuatu yang dilarang atau tidak melakukan sesuatu yang disarankan.
Awalan kalimat 'maaf, ya Bu Yayuk. Saya pake bawa nama Bu Yayuk waktu anak saya gak mau makan'. Atau 'maaf, bu. Saya bilang sama anak saya, kalau masih mainan hape, ntar ditelponkan bu Yayuk'. Daaaann masih banyak lagi.
Sepertinya, itu cukup untuk membuktikan kalau Bu Yayuk memang galak dan di takuti sama anak - anak.
Bahkan, ibu pun menjadikan aku sebagai 'senjata' untuk 'mengancam' bapak. Ketika bapak masih saja beraktivitas saat seharusnya istirahat.
"Bapak sudah dulu berkebunnya. Ntar kalo ketahuan adek, bisa kena marah," suara 'ancaman' ibu kudengar saat aku baru saja pulang dari sekolah, minggu lalu.
Hadegh... lha kok ibu ikutan juga..
(Posting : fb)
Komentar