Praktis
Ketika di suatu pagi yang cerah, aku sampai di sekolah, tampak Khalisa
sudah asyik bermain dengan balok warna. 'Aku kalah cepat datangnya!'
.
"Khal, peluk ibu dulu dong," aku meminta seraya melepas beragam atribut setelah berkendara.
Khalisa meninggalkan mainannya dan berlari menghambur ke pelukanku. Ah, bahagianya mendapat pelukan hangat dari tangan kecil gadis imut bersuara renyah ini.
Setelah beberapa saat, aku melepas pelukan dan merasa ada yang aneh dengan Khalisa. Kuperhatikan pakaian yang dikenakan pagi ini. Wow sekaleee. Khalisa memakai baju tidur!
"Khalisa pasti tadi gak diantar mama. Pasti ayah yang antar," aku menebak dengan yakin.
"He eh," jawaban khas itu keluar .
Tuh.. bener khan...
Siang menjelang sore, saat dijemput, aku sampaikan hal ini pada sang mama.
"Iya, bu. Ayahnya, tuh cuek banget. Katanya 'biarin ajah, anaknya maunya pake baju tidur'. Daripada ntar rewel gak mau sekolah. Tapi khan saya yang malu," panjang lebar sang mama 'curhat'.
Aku tertawa geli mendengar cerita beliau. Sang ayah pengen yang praktis - praktis ajah, nih.
.
"Khal, peluk ibu dulu dong," aku meminta seraya melepas beragam atribut setelah berkendara.
Khalisa meninggalkan mainannya dan berlari menghambur ke pelukanku. Ah, bahagianya mendapat pelukan hangat dari tangan kecil gadis imut bersuara renyah ini.
Setelah beberapa saat, aku melepas pelukan dan merasa ada yang aneh dengan Khalisa. Kuperhatikan pakaian yang dikenakan pagi ini. Wow sekaleee. Khalisa memakai baju tidur!
"Khalisa pasti tadi gak diantar mama. Pasti ayah yang antar," aku menebak dengan yakin.
"He eh," jawaban khas itu keluar .
Tuh.. bener khan...
Siang menjelang sore, saat dijemput, aku sampaikan hal ini pada sang mama.
"Iya, bu. Ayahnya, tuh cuek banget. Katanya 'biarin ajah, anaknya maunya pake baju tidur'. Daripada ntar rewel gak mau sekolah. Tapi khan saya yang malu," panjang lebar sang mama 'curhat'.
Aku tertawa geli mendengar cerita beliau. Sang ayah pengen yang praktis - praktis ajah, nih.
(Posting : fb)
Komentar