Nama Panjang
Sebagai ibu guru paling 'galak', anak - anak sudah tahu kebiasaanku saat 'marah'.
.
Aku akan memanggil mereka dengan penggalan nama panjangnya. Bukan nama panggilan sehari - hari.
Seperti ini..
"Kirana, maaf. Kakak Hasna ingin main sendiri. Jadi Kirana main di sebelah sini," tegurku pada Khalisa ketika dia mengganggu Hasna yang tengah asyik main pasang bongkar.
Khalisa kadang inginnya main dengan Hasna. Sementara Hasna maunya main sendiri. Kalau sudah begini, Khalisa mencoba 'menarik' perhatian dengan mengambil mainan Hasna.
.
Lain kali...
"Clayton, aturan kalau berlari, tidak membawa balok. Jadi tolong letakkan baloknya dulu," aku mengingatkan Tirta yang lari membawa balok sambil diacungkan ke Tsaqib.
Walau pasti hanya bercanda. Tapi itu berbahaya bila mengenai temannya.
.
Di waktu yang berbeda...
"Bagus Parjono, maaf. Makannya sambil duduk. Bukan lari," aku mengingatkan Fino yang berlari ke sana ke mari dengan mulut yang masih penuh makanan.
Bisa bahaya, tuh. Mungkin tersedak atau juga muntah.
Paling 'susah' ketika aku 'marah' pada Afif. Karena aku biasa memanggilnya dengan nama panjang lengkapnya...
"Afif Faddlurakhman Misbachuddin, maaf. Mainannya...," belum juga kuusaikan 'marah'ku, Afif sudah berlalu dari hadapanku.
Kelamaan nunggu teguran karena kepanjangan manggil namanya..
Aku akan memanggil mereka dengan penggalan nama panjangnya. Bukan nama panggilan sehari - hari.
Seperti ini..
"Kirana, maaf. Kakak Hasna ingin main sendiri. Jadi Kirana main di sebelah sini," tegurku pada Khalisa ketika dia mengganggu Hasna yang tengah asyik main pasang bongkar.
Khalisa kadang inginnya main dengan Hasna. Sementara Hasna maunya main sendiri. Kalau sudah begini, Khalisa mencoba 'menarik' perhatian dengan mengambil mainan Hasna.
Lain kali...
"Clayton, aturan kalau berlari, tidak membawa balok. Jadi tolong letakkan baloknya dulu," aku mengingatkan Tirta yang lari membawa balok sambil diacungkan ke Tsaqib.
Walau pasti hanya bercanda. Tapi itu berbahaya bila mengenai temannya.
Di waktu yang berbeda...
"Bagus Parjono, maaf. Makannya sambil duduk. Bukan lari," aku mengingatkan Fino yang berlari ke sana ke mari dengan mulut yang masih penuh makanan.
Bisa bahaya, tuh. Mungkin tersedak atau juga muntah.
Paling 'susah' ketika aku 'marah' pada Afif. Karena aku biasa memanggilnya dengan nama panjang lengkapnya...
"Afif Faddlurakhman Misbachuddin, maaf. Mainannya...," belum juga kuusaikan 'marah'ku, Afif sudah berlalu dari hadapanku.
Kelamaan nunggu teguran karena kepanjangan manggil namanya..
(Posting : fb)
Komentar