Marah
Paginya cerah. Tapi Khalisa datang dengan membawa kemarahan.
Ayahnya saja dimarahin. Apalagi ibu guru dan teman - teman. Gak tahu ada
'kasus' apa pagi ini, yang membuat moodnya jadi jelek banget.
"Khal, sini ibu peluk ajah. Biar marahnya hilang," sebuah bujukan kulancarkan.
Hanya lirikan mata saja yang mengarah kepadaku. Tanpa kata apapun.
"Beneran gak mau ibu peluk? Ntar kalo kakak Hasna peluk ibu, Khalisa gak boleh iri lho," aku membujuk lagi.
Matanya sudah mulai bersahabat. Tak terlihat kemarahan disana.
"Bener, ya? Gak mau dipeluk ibu?" Aku mengerlingkan mata. Menggodanya.
Dan, hanya dengan satu gerakan saja, Khalisa sudah menghambur ke pelukanku.
Siang hari nan panas, menjelang makan siang..
"Ayo Khalisa. Teman - teman sudah menunggu. Celananya dipakai," aku berseru dari dalam.
Khalisa belum juga memakai kembali celananya seusai toilet training siang ini.
Beberapa waktu kemudian...
"Sudah, ya. Ntar Khalisa doa sendiri. Temen - temen sudah laper," aku memberitahunya.
"Tungguin! Ntar aku marah lagi lho," ancam Khalisa.
Aku dan ibu guru saling pandang untuk kemudian tertawa geli.
Bahkan ibu guru pun dikenai ancaman sama Khalisa.
.
"Khal, sini ibu peluk ajah. Biar marahnya hilang," sebuah bujukan kulancarkan.
Hanya lirikan mata saja yang mengarah kepadaku. Tanpa kata apapun.
"Beneran gak mau ibu peluk? Ntar kalo kakak Hasna peluk ibu, Khalisa gak boleh iri lho," aku membujuk lagi.
Matanya sudah mulai bersahabat. Tak terlihat kemarahan disana.
"Bener, ya? Gak mau dipeluk ibu?" Aku mengerlingkan mata. Menggodanya.
Dan, hanya dengan satu gerakan saja, Khalisa sudah menghambur ke pelukanku.
Siang hari nan panas, menjelang makan siang..
"Ayo Khalisa. Teman - teman sudah menunggu. Celananya dipakai," aku berseru dari dalam.
Khalisa belum juga memakai kembali celananya seusai toilet training siang ini.
Beberapa waktu kemudian...
"Sudah, ya. Ntar Khalisa doa sendiri. Temen - temen sudah laper," aku memberitahunya.
"Tungguin! Ntar aku marah lagi lho," ancam Khalisa.
Aku dan ibu guru saling pandang untuk kemudian tertawa geli.
Bahkan ibu guru pun dikenai ancaman sama Khalisa.
(Posting : fb)
Komentar