Sandal Baru
Pasti ini sebuah 'kebiasaan buruk'..😊.
Setiap kali ada kerjaan yang harus segera diselesaikan di pagi hari, maka aku akan 'asyik' berhadap - hadapan dengan laptop dan hanya sekedarnya saja menyapa anak - anak yang datang. Tidak memeluk atau bertanya ini itu seperti biasanya.
Juga pagi ini, ketika aku tengah sibuk mencari photo - photo anak - anak yang akan segera lulus pada tahun ajaran ini. Mataku tak lepas melihat layar monitor. Melototi satu persatu koleksi photo yang jumlahnya tidak sedikit. Memilah dan memilih photo yang sebaiknya dipasang pada kenang - kenangan yang akan diberikan.
Hingga akhirnya...
Setiap kali ada kerjaan yang harus segera diselesaikan di pagi hari, maka aku akan 'asyik' berhadap - hadapan dengan laptop dan hanya sekedarnya saja menyapa anak - anak yang datang. Tidak memeluk atau bertanya ini itu seperti biasanya.
Juga pagi ini, ketika aku tengah sibuk mencari photo - photo anak - anak yang akan segera lulus pada tahun ajaran ini. Mataku tak lepas melihat layar monitor. Melototi satu persatu koleksi photo yang jumlahnya tidak sedikit. Memilah dan memilih photo yang sebaiknya dipasang pada kenang - kenangan yang akan diberikan.
Hingga akhirnya...
"Eh, ibu belum ambil snack, nih. Siapa yang mau ikut ibu jalan - jalan ke warung?" Aku menawarkan pada anak - anak yang mau ikut. Seperti biasanya.
Hasna yang berdiri tak jauh dariku, tampak menatapku dengan mata bulatnya. Tidak bilang apa - apa. Tapi aku taku maksudnya. Dia mau ikut.
"Hasna mau ikut ibu?" Aku pura - pura bertanya.
Hasna hanya mengangguk saja. Tidak berbicara apa - apa.
"Ok. Pakai sandalnya, ya," pintaku pada Hasna.
"Bu Yayuk, itu sandalnya baru. Bu Yayuk belum nanyain Hasna lho," bisik salah satu ibu guru padaku.
O..o.. Aku tahu sekarang. Mengapa dari tadi Hasna cuma diam saja tidak berkata apa - apa padaku. Dia merajuk. Karena bagi Hasna, penting sekali kalau Bu Yayuk harus tahu tentang sandal barunya. 😀.
(Posting : fb)
(Posting : fb)
Komentar