Pangeran
Dan... Inilah cerita mamanya Dzikra pagi ini..
"Dzikra di rumah cerita, bu. Di sekolah dia jadi pangeran," sang mama mengawali cerita.
"Iya, bu," jawabku seraya tersenyum simpul.
Dan kuceritakan tentang kegiatan bermain peran beberapa waktu lalu. Tentang putri yang diculik. Kemudian diselamatkan pangeran.
.
"Dzikra tuh bilang," lanjut sang mama. "Dia seneng banget jadi pangeran. Apalagi yang jadi putrinya Maica. Dia mau jadi pangeran kalau putrinya Maica."
Aku dan ibu guru yang mendengar cerita ini tertawa berderai. Sepertinya itu bentuk curahan hati yang terdalam dari seorang 'pangeran'.
.
"Dzikra di rumah cerita, bu. Di sekolah dia jadi pangeran," sang mama mengawali cerita.
"Iya, bu," jawabku seraya tersenyum simpul.
Dan kuceritakan tentang kegiatan bermain peran beberapa waktu lalu. Tentang putri yang diculik. Kemudian diselamatkan pangeran.
"Dzikra tuh bilang," lanjut sang mama. "Dia seneng banget jadi pangeran. Apalagi yang jadi putrinya Maica. Dia mau jadi pangeran kalau putrinya Maica."
Aku dan ibu guru yang mendengar cerita ini tertawa berderai. Sepertinya itu bentuk curahan hati yang terdalam dari seorang 'pangeran'.
(Posting : fb)
Komentar