Ngeteh Ganteng
Karena belajar, tuh bisa kapan saja, dimana saja, sambil ngapain saja...
.
Seperti pagi kemarin,
"Ada yang mau teh?" Aku biasa menawarkan segelas teh milikku di pagi hari.
"Aku mau! Aku mau!" Suara - suara saling bersahutan menjawab tawaranku.
Dan berkumpullah Raditya, Tirta dan Olivia mengitariku.
"Bu Yayuk, kita ngeteh cantik, ya?" Tanya Tirta sambil memberikan gelasnya padaku.
"Hmm? Tirta ngeteh cantik? Tirta mas - mas atau mbak - mbak?"
Di sekolah, salah satu cara ibu guru mengenalkan jenis kelamin pada anak - anak adalah dengan menggunakan istilah 'mas - mas' untuk anak putra. Dan 'mbak - mbak' untuk anak putri.
Tirta tampak berpikir keras. Kedua bola matanya tampak berputar - putar. Menandakan dia tengah berusaha menemukan jawaban atas pertanyaanku.
"Mas - mas," akhirnya keluar juga jawaban dari mulut mungilnya.
"Yup. Kalau mas - mas, berarti ngetehnya apa?" Aku bertanya lagi.
"Ngeteh ganteng," sebuah jawaban diberikan disertai senyum terkembang. Pertanda Tirta yakin pada jawaban yang diberikan.
Tampak sederhana saja. Hanya minum teh bersama. Tapi tetap bisa untuk sarana belajar. Seperti itulah yang biasa dilakukan ibu guru di sekolah. Bermain sambil belajar.
.
Seperti pagi kemarin,
"Ada yang mau teh?" Aku biasa menawarkan segelas teh milikku di pagi hari.
"Aku mau! Aku mau!" Suara - suara saling bersahutan menjawab tawaranku.
Dan berkumpullah Raditya, Tirta dan Olivia mengitariku.
"Bu Yayuk, kita ngeteh cantik, ya?" Tanya Tirta sambil memberikan gelasnya padaku.
"Hmm? Tirta ngeteh cantik? Tirta mas - mas atau mbak - mbak?"
Di sekolah, salah satu cara ibu guru mengenalkan jenis kelamin pada anak - anak adalah dengan menggunakan istilah 'mas - mas' untuk anak putra. Dan 'mbak - mbak' untuk anak putri.
Tirta tampak berpikir keras. Kedua bola matanya tampak berputar - putar. Menandakan dia tengah berusaha menemukan jawaban atas pertanyaanku.
"Mas - mas," akhirnya keluar juga jawaban dari mulut mungilnya.
"Yup. Kalau mas - mas, berarti ngetehnya apa?" Aku bertanya lagi.
"Ngeteh ganteng," sebuah jawaban diberikan disertai senyum terkembang. Pertanda Tirta yakin pada jawaban yang diberikan.
Tampak sederhana saja. Hanya minum teh bersama. Tapi tetap bisa untuk sarana belajar. Seperti itulah yang biasa dilakukan ibu guru di sekolah. Bermain sambil belajar.
(Posting : fb)
Komentar