Main Air

Khalisa dan air adalah dua hal yang tak terpisahkan. Bila 'dipaksa' untuk berpisah, maka akan seperti inilah kejadiannya....

Sehabis makan siang, anak - anak dibiasakan untuk mencuci piring sendiri. Ibu guru sudah menyiapkan sabun pencuci piring dan baskom - baskom berisi air untuk membilasnya.

"Khalisa, ini piringnya. Cuci piring, ya. Bukan main air lho," aku berkata pada Khalisa.

"He eh," jawab Khalisa. Manis sekali jawabannya.

Khalisa pun segera beranjak ke belakang. Mencuci piring.
Menit berlalu, tak ada tanda - tanda Khalisa masuk kembali. Hingga terdengar suara Olivia berseru dari belakang.

"Khalisa, gantian cuci piringnya."

Hhmmm... sepertinya ada yang tidak beres. Dan ternyata benar. Wajah Khalisa sudah penuh dengan busa sabun. Rambut dan bajunya basah kena air. Pastinya, cuci piring sekalian main air. 😊.

Ibu guru pun memintanya segera beranjak karena teman yang lain akan mencuci piring juga. Tapi Khalisa tidak berkenan. Dia pun marah - marah. (Sudah biasa. 😁). Dan menangis. (Seperti biasanya. 😄).

Dia berlari ke dalam dan menghambur ke pelukanku. Mengadu. (Khan Bu Yayuk, ibunya Khalisa kalau di sekolah. 😁)

"Kenapa Khalisa nangis?" Tanyaku ketika tangisnya mereda.

"Aku tadi marah - marah," jawabnya.

"Kenapa marah - marah?" Tanyaku lagi.

"Soalnya tadi aku nangis," kembali Khalisa menjawab.

Ah, sudahlah. Aku tidak melanjutkan bertanya. Ntar malah gantian Bu Yayuk yang marah - marah dan menangis. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer