Marah - Marah
Mungkin karena pagi ini kota kami diguyur hujan diiringi guntur yang
menggelegar, sehingga terbawa pada suasana hati Khalisa. Sepagian ini
bawaannya marah - marah mulu. (Apa hubungannya, ya?)
"Bu Yayuk, ini lho Khalisa marah - marah," lapor Olivia padaku.
"Bu Yayuk, ini lho Khalisa marah - marah," lapor Olivia padaku.
"Marah - marah gimana?" Tanyaku.
"Aku sama Maica gak boleh ngomong," jelas Oliv.
Wah.. gak bener, nih. Ini melanggar hak kebebasan berbicara. 😜.
"Khal, kalo marah - marah, cantiknya langsung hilang lho. Kenapa mbak Oliv gak boleh ngomong?" Tanyaku.
Tidak menjawab, Khalisa malah marah juga padaku.
Hadegh... jaman sekarang, ya. Ibu guru juga bisa dimarahin sama muridnya.
"Eh, bantu ibu ajalah. Pindahin kasur yuk," ajakku.
Khalisa langsung beranjak dan ikutan memegang kasur busa yang akan dipindahkan ke belakang.
Sementara aku dan ibu guru menyusun kasur, Khalisa tampak tertawa - tawa senang bermain di tumpukan kasur.
Jadi... khusus buat Khalisa, energi marahnya harus disalurkan dengan melakukan kegiatan yang bikin dia capek. 😊.
(Posting : fb)
Komentar