Bersama

Hari ini, ibu guru mengajarkan sesuatu yang berbeda pada anak - anak.

Saat bermain di sentra balok, anak - anak dibuat dalam satu tim yang terdiri dari 4 anak. Mereka diajarkan untuk berdiskusi terlebih dahulu tentang tema bangunan apa yang akan mereka buat dengan menggunakan balok unit.

Setelah itu, anak - anak juga belajar untuk bekerja sama membuat bangunan sesuai tema pilihan mereka itu tadi.

Saat anak - anak dipersilakan untuk mulai membangun, tampak Dzikra dengan wajah bingung memandangi Azka yang terlihat mulai menangis. Mereka berada dalam satu tim bersama Ghazi dan Naufal.

"Ada apa Dzikra?" Tanya ibu guru yang menghampiri mereka.

"Azka gak mau main bareng," jawab Dzikra menjelaskan.

"Azka kenapa?" Ibu guru ganti bertanya pada Azka.

"Azka mau main sendiri," jawab Azka sambil setengah menangis.

"Azka, sekarang waktunya main bersama. Azka membuat bangunannya bareng mas Dzikra, Ghazi dan Naufal. Ini kelompoknya Azka. Jadi mainnya bersama - sama," ibu guru mencoba mencoba menjelaskan panjang lebar.

"Azka gak mau," jawab Azka lagi. Keukeuh mau main sendiri sambil berlalu dari hadapan ibu guru.😊.

Ok lah.. Tidak perlu dipaksa. Karena dalam tahapan belajar anak - anak, sesuatu yang baru harus dikenalkan secara terus menerus tanpa putus agar mereka tahu. Tidak cukup hanya sekali saja kemudian berhenti. ☺.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer