Kemplang Panggang

Sebuah kenangan bisa hadir dari mana saja. Sebuah tempat, benda atau makanan. Dan hari ini, sebuah makanan telah menghadirkan kenangan masa kecilku....

Dulu, ketika masih tinggal di sebuah tempat di daerah Sumatera Selatan, aku paling suka sekali bila bapak pulang kerja dari Palembang, membawakan kemplang panggang. Bukan kemplang panggang rasa ikan asli Palembang. Tapi kemplang panggang Indralaya. Nama sebuah tempat antara Palembang dan Prabumulih.
Bila dibandingkan dengan rasa kemplang asli yang beraroma ikan, tentu saja kemplang panggang Indralaya ini tidak sebanding. Rasa kemplang Indralaya ini didominasi rasa asin dan terasi.😀. Tapi, untukku, makan satu saja tidak cukup. Bila bukan satu bungkusnya belum habis.

Aku ingat, saat dulu pulang ke sumatera, ketika hendak kembali ke Jogya, diperjalanan mampir dulu beli  kemplang panggang Indralaya. Dan selama di bis dalam perjalanan Palembang -Jogya, kemplang panggang ini menjadi camilan yang bikin 'terbang' karena ringannya. 😅. Tak peduli pandangan mata dari penumpang lainnya karena mendengar suara kriuk - kriuk saat aku makan kemplang. Pokoknya, lupa segalanya. 😜.

Dan itu sudah berlalu lama sekali sejak terakhir aku makan kemplang panggang Indralaya. Karena aku juga sudah lama sekali tidak berkunjung ke kota kelahiranku itu. 

Namun sore ini, seorang teman telah berbaik hati mengirimkan kemplang panggang Indralaya ini ke rumah. Dan berdua dengan ibu, kami menghabiskan hampir separuh bungkusnya. Sambil bernostalgia masa kecilku dulu.

Jadi, terima kasih teman, untuk kemplang panggang masa kecil yang tiada duanya. 😉.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer