Jujur
Ibu
guru mengajarkan anak - anak di sekolah untuk terbiasa bicara yang
jujur. Dan ibu guru juga harus memberi contoh untuk bicara yang jujur.
Tapi kalau 'kasus'nya seperti ini, membuat ibu guru jadi 'galau'.
.
Sore hari, saat menjemput sang putra, salah satu wali murid bertanya padaku, "Bu Yayuk, untuk acara jalan - jalan besok, biayanya berapa, ya?"
Sore hari, saat menjemput sang putra, salah satu wali murid bertanya padaku, "Bu Yayuk, untuk acara jalan - jalan besok, biayanya berapa, ya?"
Aku pun menyebutkan sejumlah angka.
"Ok lah. Pakai tabungan yang di sekolah saja, Bu," pinta beliau.
"Maaf, bunda. Tabungannya khan sudah diambil beberapa bulan yang lalu. Ayah nya yang mengambil," jawabku mengingatkan beliau.
"Oya? Kapan?" Tanya beliau dengan paras terkejut.
"Sekitar 2 bulan yang lalu," jawabku dengan mulai merasa gak enak sendiri.
"Saya malah gak tahu, Bu. Tapi gak papa," jawab beliau sambil berpamitan.
Tinggallah aku dan ibu guru yang saling pandang. Dan salah satu ibu guru berkata pelan, "Kayaknya, setelah ini ada keributan, Bu."
Aku dan ibu guru hanya tersenyum menahan tawa.
Kadang, bicara jujur bisa juga jadi 'masalah'.
(Posting : fb)
Komentar