Jalan - jalan
Paginya cerah. Tapi tidak dengan Khalisa. Dia datang dengan
'keributan tingkat tinggi'. Tidak mau turun dari kendaraan. Masih ingin
diajak jalan - jalan dulu. Jadilah sang ayah kembali memutar haluan dan
mengajaknya jalan - jalan pagi (lagi).
.
Tak lama berselang, Khalisa sudah kembali lagi ke sekolah. Tapi tetap dengan keributan. Masih belum mau turun dari kendaraan. Hingga akhirnya,...
"Boleh saya ambil, Pak?" Tanyaku pada sang ayah.
"Boleh, Bu," jawab sang ayah yakin.
Maka akupun mengambilnya dari kendaraan. Tentu saja Khalisa tidak berkenan. Menangis sambil menjerit. Pagi pun menjadi kelabu karenanya.
Semua jadi serba salah. Gak mau didekati oleh ibu guru. Hanya ingin menangis saja.
Kemudian...
"Khal, ikut ibu jalan - jalan yuk. Ambil snack di warung," aku memberikan penawaran.
Khalisa langsung beranjak. Menghentikan tangisnya dan menjawab manja, "He eh."
Ibu guru menyimpan tawa yang siap meledak. Ternyata, ya.. jalan - jalan itu bisa untuk meredakan kemarahan. Jadi... mari kita jalan - jalan.
(Posting : fb)
Komentar