Berhitung
Seserius apapun anak - anak ngobrol, dapat dipastikan bila ujungnya akan membuat tertawa. Minimal menyunggingkan senyuman.😉.
Pagi hari...
Pagi hari...
Radinka, Tirta dan Naufal. Mereka main bersama. Satu keranjang pasang bongkar dimainkan secara berkelompok. Mereka menyusun satu persatu pasang bongkar itu menjadi bentuk menara.
"Ayo dihitung, yuk," ajak Tirta pada kedua temannya. Maksudnya menghitung jumlah susunan balok pasang bongkar yang berwujud menara.
"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam!" Hitung mereka bersamaan.
"Jadi semunya ada empat," kata Tirta sambil menunjukkan keempat jari tangan kanannya.
Lha? Kok bisa? Aku yang melihat mereka bermain, tentu saja protes. 😀.
Berhitungnya sudah benar. Kesimpulannya yang melenceng jauh.😂.
(Posting : fb)
Komentar