Bahasa Planet
Antara bahasa 'planet' dan bahasa ibu..
Raditya masih menangis di depan pagar sekolah. Ayahnya baru saja pergi. Sebagai anak baru, dia masih menangis saat ditinggal. Dan itu biasa sekali. 😊.
Raditya masih menangis di depan pagar sekolah. Ayahnya baru saja pergi. Sebagai anak baru, dia masih menangis saat ditinggal. Dan itu biasa sekali. 😊.
Aku menemaninya di depan pagar seraya menghibur.
"Nanti pasti dijemput ayah. Radit main dulu sama temen - temen. Gak usah sedih," hiburku.
Tapi Raditya tetap saja menangis. Berlari ke sana ke mari di halaman sekolah. Sambil memanggil - manggil ayahnya. Aku yang mencoba menghiburnya seakan tidak di dengarkan.
Hingga kemudian salah satu ibu guru datang menghampiri Raditya dan berkata, "Saiki meneng sik. Ngko mesti di pethuk ayah. Dolanan karo kancane yo. Rasah nangis." (Sekarang diam dulu. Nanti pasti dijemput ayah. Main sama temen dulu, ya. Gak usah nangis).
Apa yang terjadi?
Raditya memandangi ibu guru. Mengangguk dan kemudian tangisnya berhenti!! 😁.
Tinggallah aku yang 'mencak - mencak'. Protes. Itu hal yang sama yang kusampaikan. Bedanya, ibu guru menggunakan bahasa Jawa yang merupakan bahasa sehari - hari yang digunakan Raditya. Sementara aku paku bahasa 'planet'.😝.
Ibu guru lainnya yang melihat adegan ini, tak bisa lagi menahan tawa.
(Mungkin dari tadi Raditya bingung. Ibu satu ini ngomong apa? 😂)
(Posting : fb)
Komentar