Main Bersama
Agar dapat juga merasakan bermain dengan teman lain, maka ibu guru
sering memisahkan Naufal - Nadhif saat bermain. Selain itu juga, agar
keduanya dapat bersosialisasi dengan teman sebaya. Tidak hanya dengan
kembarannya saja.
Yang lebih penting lagi, agar mereka dapat berkembang
sesuai dengan kemampuannya masing - masing. Karena ketika main bersama,
sering sekali hasil karya yang dibuat sangat mirip. Tapi ketika
dipisahkan, ternyata masing - masing mampu membuat hasil karya yang
lebih baik dibandingkan saat 'saling lirik' ketika main bersama.
Dan ..... inilah cerita hari ini....
"Naufal, ayo main sama aku," ajak Maica pada Naufal.
Dan ..... inilah cerita hari ini....
"Naufal, ayo main sama aku," ajak Maica pada Naufal.
Naufal pun menghampiri Maica yang tengah bermain balok warna. Kemudian Nadhif menyusul. Ikut bergabung.
Ibu guru yang melihat hal ini, meminta Nadhif untuk main dengan teman lainnya atau bermain sendiri. Nadhif keukeh tidak mau dan memilih untuk menangis.
Aku yang berada disebelah ibu guru, kemudian ikutan nimbrung.
"Nadhif mau main sama Naufal?" tanyaku.
Nadhif mengangguk. Mengiyakan.
"Ya sudah. Nadhif ambil keranjang balok warna. Trus main disebelah sana," lanjutku sambil menunjukkan sisi berlawanan dengan tempat Naufal bermain. (Sejujurnya, aku ingin tertawa dengan usulku ini)
Tentu saja Nadhif menolak mentah - mentah usul ini.
Dan dengan sedikit penjelasan, aku pun berkata, "Nadhif khan pengen main sama Naufal. Naufal mainnya balok warna. Nadhif juga ambil balok warna. Sama khan? Tapi mainnya disebelah sana."
Sebuah penjelasan yang bikin Nadhif tambah ngambek... (Mungkin dalam ngambeknya, Nadhif berkata..'Ibu guru kura - kura dalam perahu, nih...pura pura tidak tahu yang kumau') 😂.
(Posting : fb)
Komentar