Terima Kasih
Aku, terbiasa untuk mengucapkan 'terima kasih' atas bantuan yang aku terima. Pada siapa pun. Bantuan dalam bentuk apapun.
Sejak kapan? Sejak aku mengenal kata 'terima kasih'.
Aku ingat, beberapa waktu lalu, saat tengah mengisi bbm di pompa bensin. Ketika petugas selesai mengisi tangki bbm kendaraanku, aku memberikan uang seraya berkata, "Terima kasih, Pak."
Beliau tersenyum dan mengangguk.
Temanku yang menyaksikan hal ini bertanya, "Mengapa berterima kasih?"
"Lho? Kenapa?" Aku balik bertanya. Heran.
"Itu khan sudah jadi tugasnya. Trus, kita juga sudah membayar. Jadi gak perlu lagi berterima kasih," jawabnya menjelaskan.
Aku tersenyum kecut. Bingung bagaimana menjelaskannya. Tapi akhirnya aku menjawab singkat, "Aku sudah terbiasa mengucapkan terima kasih ."
Sekilas, ingatanku kembali ke masa kecil. Saat itu, bila aku bercerita pada ibu bahwa aku mendapat sesuatu dari teman atau siapa saja, ibu selalu bertanya, "Sudah bilang terima kasih belum?"
Bila aku jawab 'belum', maka ibu akan mewanti - wanti bahwa bila diberi orang lain, jangan lupa bilang 'terima kasih'. Dan pesan itu selalu aku ingat.
Ternyata benar adanya, ya. Ibu itu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak - anaknya.
Terima kasih, Ibu..
Selamat ulang tahun ke 70. Semoga Allah karuniakan segala kebaikanNya buat ibu.
Diberi usia yang barokah. Umur yang panjang. Sehat dan bahagia di usia senja.
(Posting : fb)

Komentar