Air Mata

Pagi nan cerah. Bedu (begitu saja kita panggil) datang dengan diantar ayah dan kakaknya. 

Setelah 'ritual' perpisahan dengan cium tangan dan berpelukan, sang ayah pun beranjak untuk mengantarkan sang kakak ke sekolah. Saat berpamitan, Bedu meminta pada sang ayah untuk melintas di jalan samping sekolah, agar dia bisa melambaikan tangan dari balik jendela.

Untuk diketahui, di sekolah ada jendela yang menghadap ke jalan kecil yang biasa dilintasi orang tua saat mengantar atau menjemput anaknya. Biasanya di pagi hari, anak - anak akan melepas kepergian orang tuanya dengan melambaikan tangan dari jendela ini. Dan itu yang diminta oleh Bedu pagi ini.

"Yah, dadah di jendela, ya," pinta Bedu pada sang ayah.

Namun karena akan segera mengantar sang kakak ke sekolah, sang ayah memilih untuk melewati jalan yang berlawanan arah. Terjadi 'perdebatan' beberapa saat antara anak dan ayah. Dan sang ayah menjadi 'pemenang' nya. Beliau berlalu dengan tidak melintasi jendela.

Satu hal yang sang ayah tidak tahu. Saat beliau berlalu bersama sang kakak dengan memilih jalan yang berlawanan, Bedu berlari ke jendela. Memandangi jalan di luar sana. Dan air matanya turun satu persatu.

Ah, andai saja sang ayah bersedia meluangkan waktu beberapa menit saja untuk memberi kesempatan pada Bedu untuk melambaikan tangan di jendela, mungkin tak perlu ada air mata di pagi yang indah ini..😢

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer