Snack
Di sekolah, ibu guru 'sengaja membuat lapar' anak - anak.
. Caranya dengan memberi mereka banyak kegiatan. Bermain, belajar,
bergerak ke sana kemari. Alhasil, saat waktunya makan siang, anak - anak
makan dengan lahap. Semua yang dihidangkan ibu guru, alhamdulillah
selalu habis.
'Doktrin' anak sehat, makannya dihabiskan atau yang
makannya habis, dapat hadiah kerupuk (sebagai makanan 'mewah' di
sekolah) menjadikan anak - anak berlomba untuk menghabiskan makanannya.
Tapi, tidak begitu bila anak - anak di rumah. Tak terhitung keluh kesah orang tua atas sulitnya anak - anak bila waktunya harus makan. Keluhan terbaru datang dari salah satu wali murid yang ini. Beliau bercerita bila sang anak susah sekali makannya. Bisa berhari - hari tidak makan.
Ha? Ibu guru terheran - heran. Kok bisa berhari - hari tidak makan?
"Gak makan berhari - hari, Bu?" Ibu guru mencoba bertanya lagi untuk meyakinkan pendengaran.
"Iya bu. Gak makan nasi. Makannya ...," sang bunda menyebutkan beberapa nama snack ringan yang ada di pasaran.
Dan ibu guru hanya bisa berucap, "Ooo.." .
Tanpa bisa berkata - kata
yang lain lagi. Bingung harus berkata apa. Disertai protes dalam hati
'gimana mau makan nasi, kalau sudah kenyang duluan dengan snack ringan
seperti itu'.
.
(Posting : fb)
Komentar