Senyum

Kebiasaan kami saat dalam formasi lengkap seperti ini adalah mengabadikannya dengan photo bareng. Kali ini menggunakan kamera si adek besar. Tombol kameranya dapat bekerja dengan menggunakan sensor senyuman. Perlu beberapa kali percobaan hingga akhirnya moment kebersamaan ini dapat diabadikan. Kuncinya, kami harus tersenyum lebar. (Dan ikhlas.. 😊 )

Tiba - tiba terlintas dalam benakku. Seandainya semua kendaraan bermotor bekerja berdasarkan sensor senyuman, dapat dipastikan tingkat kecelakaan akan menurun dengan tajam. Karena ketika si pengendara marah - marah, tidak tersenyum, maka mesinnya langsung berhenti. Mati. Jadi gak bakalan ada cerita kecelakaan akibat kebut - kebutan. Orang ngebut rasanya sulit sekali kalau sambil tersenyum lebar (dan ikhlas).

Atau ketika pintu dan jendela rumah hanya dapat dibuka dengan senyuman. Pasti tingkat pencurian akan 'terjun bebas'. Kok bisa? Ketika akan membobol pintu, si pencuri harus memasang wajah tersenyum agar pintu atau jendela dapat terbuka. Nah, kebayang khan betapa sulitnya pencuri harus tersenyum lebar (dan ikhlas) sementara dia harus berpacu dengan waktu agar tidak ketahuan.

Jadi..tersenyumlah agar dunia jadi lebih berwarna... Tapi jangan tersenyum sembarangan karena bisa jadi 'musibah'. 😜

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer