Mahal
Cerita ini berdasarkan pengalaman pribadiku.
Ayah - bunda, pastikan
ketika berbelanja sesuatu, kita ketahui terlebih dahulu harganya. Jangan
sampai ketika barang sudah kita terima, ternyata harganya tidak masuk
akal. Dan ini terjadi padaku hari ini...
"Bu Yayuk, aku jual roti bakar," Dzikra memberitahuku pagi ini. Dia tengah bermain balok warna.
"Wow, pasti enak, nih. Rotinya dikasih apa aja?" Tanyaku.
"Di kasih strawberi, coklat, kecap," Dzikra menjelaskan "produk" buatannya.
"Kecap? Rotinya dikasih kecap? Ibu baru tahu. Mau dong."
Dzikra mengulurkan satu balok warna seolah - olah itu roti bakar yang dijualnya. Aku pun mulai berakting seakan - akan menikmati roti bakar rasa kecap.
Tengah 'menikmati' roti bakar, tiba - tiba Dzikra berseru, "Itu ada plastiknya, bu Yayuk. Dibuka dulu."
Oalah.. kok gak bilang dari tadi tho, Nak. Terpaksa aktingnya diulang. Dimulai dengan membuka bungkus plastik roti bakar.
Setelah selesai...
"Sudah, Dzik. Harganya berapa?" Tanyaku.
"Seratus ribu!" Jawab Dzikra.
Ha? Mahal amat..
(Posting : fb)
Komentar