Uji Nyali

Walaupun 'minat'ku ada pada bidang perparkiran, sepertinya mbak gak 'rela' kalau aku lama gak nyetir mobil. . Dan jadilah aku melakukan 'uji nyali' pagi ini.

Uji nyali yang pertama adalah mengisi bensin di pompa bensin.

Beberapa waktu lalu, aku pernah mengisi bensin di pompa bensin. Berhentinya sekitar 3 meteran dari mesin pompa. Untungnya slang mesin pompanya cukup panjang sehingga dapat mencapai tangki bensin mobil. Dari kaca spion, aku melihat petugas pompa bensinnya tersenyum simpul. Mungkin dia berpikir, 'gak bisa lebih jauh lagi berhentinya?'
Dan pagi ini aku berhasil menghentikan mobil dengan jarak lebih dekat. 3 meter kurang. .

Uji nyali yang kedua adalah melewati ring road selatan. 

Karena ring road, maka 'temen'nya adalah bis besar dan truk. Awalnya berjalan mulus. Tapi ketika berhenti di lampu merah, grogi pun mulai muncul. Berhenti diantara bis besar dan truk, bisa membuat bingung apa yang harus di injak. Yang berakibat mesin mati. (Tips bagi pemula saat mesin mati di tengah jalan adalah tetap tenang. Abaikan suara klakson kendaraan di belakang anda. Tarik napas panjang. Keluarkan. Hidupkan lagi mesin mobil. Dan jalan perlahan. ..)

Truk yang ada dibelakang kami tak sabar menunggu aku menjalankan mobil. Klaksonnya tak henti berbunyi. Setelah menunggu beberapa saat, aku berhasil menjalankan mobil kembali. Namun tidak jauh, karena lampu merah sudah menyala lagi. Saat berhenti, truk yang tadi ada di belakang kami juga berhenti tepat disamping kanan mobil. Tampak kernetnya menjulurkan kepala sambil melihat ke arah kami. 

Satu hal yang sudah aku dan mbak duga sebelumnya. Karenanya, ketika sang kernet melihat ke arah kami, aku dan mbak melambaikan tangan dan tersenyum sebagai tanda permintaan maaf karena telah menghambat jalan mereka.

Benar - benar uji nyali yang menyenangkan. 

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer