Tukang Parkir
Ceritanya, bapak ingin menengok cucu dari mbak sepupuku. Di Kartosuro.
Maka berangkatlah kami di pagi hari yang agak mendung. Menempuh
'perjalan jauh' untuk pertama kalinya. Hanya berempat. Sopirnya?
Tentunya saja mbak. Khan aku masih belum punya nyali.. 
Tugasku duduk manis di sebelah mbak. Menjadi 'navigator'. Alias penunjuk jalan sekaligus tukang parkir.
Tugasku duduk manis di sebelah mbak. Menjadi 'navigator'. Alias penunjuk jalan sekaligus tukang parkir.
Perjalanan jauh ini kami tempuh dengan amat sangat nyantai sekali. Jadi, tak perlulah ditanya berapa waktu yang kami tempuh. Karena itu gak penting.
Sepanjang perjalanan, tak terhitung berapa banyak sepeda motor dan mobil yang nyalip. Tapi, tak apalah. Mungkin mereka ada keperluan sehingga harus menyalip kami.
Dan akhirnya kami pun sampai ditujuan. Setelah sebelumnya, aku sempat bingung menunjukkan jalan masuk ke rumah mbak sepupuku.
Setelah cukup bersilaturahim, tibalah waktunya untuk pulang. Agak 'horor', nih. Ditengah hujan deras, kami menempuh perjalanan dengan kecepatan antara 40 - 50 km saja. Tapi jangan salah, diperjalanan pulang ini kami berhasil menyalip 3 mobil.
Dan Alhamdulillah, akhirnya perjalanan ini kami selesaikan dengan selamat sampai di rumah.
Satu hal yang aku sadari setelah perjalanan jauh ini, ternyata aku lebih berbakat menjadi tukang parkir. Mungkin ke depannya, aku perlu mendalami ilmu perparkiran ini agar lebih paham lagi.
(Posting : fb)
Komentar