Lomba
Sudah menjadi 'rahasia umum' di kalangan ibu guru, bila Khalisa paling
susah kalau diminta membereskan kembali mainannya. Selalu saja ada
'keributan' antara Khalisa dan ibu guru soal membereskan mainan.
Seperti
juga pagi ini..
Mulai bosan bermain plastisin, Khalisa, mulai melempar - lempar plastisin ke sana ke mari. Tersebar di lantai.
"Khal, plastisin dibentuk lho. Bukan di lempar," aku mengingatkan Khalisa.
Tapi Khalisa acuh saja. Dia masih tetap melempar - lempar plastisin.
"Kalau Khalisa sudah bosan, bereskan mainan saja. Ganti main yang lain," aku menyarankan.
"Aku capek. Gak mau beresin," Khalisa berdalih.
Biasa banget.. Sudah hafal ibu gurunya.
"Kita lomba yok!" Ajakku pada Khalisa. "Yang paling banyak masukin plastisin ke toples, dia jadi juara. Mau?" Aku memberikan penawaran.
Khalisa langsung menyetujui. Jadilah kemudian aku 'berlomba' dengan Khalisa.
Khalisa memasukkan plastisin dengan semangat ke dalam toples. Sementara aku 'memprovokasi' nya.
"Wah.. ibu bisa kalah, nih. Punya Khalisa sudah banyak banget."
Atau..
"Bisa menang gak, ya. Khalisa cepet banget masukin plastisinnya."
Atau yang ini..
"Aduh.. plastisinnya gak masuk ke toples. Punya ibu masih sedikit banget, nih."
Intinya, selama lomba berlangsung, aku sedikit bekerja banyak bicara. Hasilnya sudah pasti Khalisa yang menang dalam perlombaan. Jadi, tanpa disadari olehnya, Khalisa sudah membereskan sendiri mainannya.
Khalisa senang. Ibu guru apalagi..
(Posting : fb)
Komentar