Sayang

Salah satu perlengkapan pribadi yang wajib dibawa anak - anak ke sekolah adalah handuk. Dibawakan setiap Senin dan akan dikembalikan lagi pada hari Jum'at. Agar tidak tertukar, ibu guru akan menamai masing - masing handuk sesuai dengan nama anak yang bersangkutan.

"Tirta, handuknya baru, ya?" Tanya ibu guru pada Tirta pagi ini. "Kita kasih nama yuk."

Tirta mengangguk. Mengiyakan.

Ibu guru pun mengambil spidol dan duduk di sebelah Tirta untuk menamai handuknya.

"Ibu tulis nama Tirta, ya," kata ibu guru pada Tirta.

"Gak mau!" Jawab Tirta tegas.

"Lho? Kok gak mau? Ini khan handuknya Tirta," Ibu guru menjelaskan.

"Dinamai mbak Linda saja," jawab Tirta. 
Untuk diketahui, mbak Linda adalah sepupu Tirta. Mereka selalu main bersama. Deket gitu.

"Ini khan handuk Tirta yang di sekolah. Jadi dinamai namanya Tirta. Mbak Linda khan bukan murid di sekolah ini. Nanti kalau handuknya dikasih nama mbak Linda, dikirain bukan handuk milik Tirta," ibu guru mencoba menjelaskan.

Tapi apa yang terjadi? Tirta nangis kuenceng banget. Keukeh. Handuknya kudu dinamai dengan namanya mbak Linda. 

Hadegh.. sayang sih boleh saja, Nak. Tapi ...ya gak gitu - gitu banget.  

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer