Pelukan

Sore hari, ketika dijemput, ada saja anak - anak yang menolak untuk pulang. Alasannya karena masih ingin main di sekolah. Kebayang khan kalau anak - anak sudah asyik main, gak ada bosannya. Kalau tidak dibujuk untuk pulang, mungkin saja mereka memilih menginap di sekolah . 😊.

Seperti sore kemarin...

"Danif, ayo bereskan mainannya. Ummi sudah nunggu lho," aku mengingatkan Danif.

"Lima menit lagi."

"Ini sudah lima menit lho. Kalau ditambah lagi, jadinya 10 menit," aku kembali mengingatkan.

Tapi Danif tetap saja asyik bermain. Harus ada jurus lain nih agar Danif mau pulang.

"Gini, deh. Mainannya dibereskan, ntar ibu kasih hadiah. Ibu peluk," aku memberi 'tawaran' yang baru pertama kalinya kuberikan. Semacam 'iseng - iseng berhadiah' gitu. 😉 . Gak yakin juga tawaran ini akan diterima Danif.

Tapi apa yang terjadi?

Danif segera membereskan mainan. Mengembalikan pada tempatnya. Dan kemudian menghambur ke pelukanku.

Ternyata... pelukan pun bisa dijadikan tawaran menarik untuk membujuk. Besok - besok bisa, nih dicoba lagi. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer